Hotman Paris Nilai Keputusan Inara Rusli Balikan dengan Insanul Fahmi Justru Rugikan Dirinya
JAKARTA — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea memberikan komentar tajam atas keputusan selebgram Inara Rusli untuk kembali bersama Insanul Fahmi, meskipun hubungan itu tengah disorot kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan oleh istrinya, Wardatina Mawa. Hotman menyatakan keputusan itu justru merugikan Inara dan dapat memperkuat dugaan terhadap kasus hukum yang membelitnya saat ini.
Menurut Hotman Paris, langkah Inara yang memutuskan untuk kembali mempererat hubungan dengan Insanul meskipun menghadapi tuduhan hukum merupakan pilihan yang “salah langkah” dan berpotensi berdampak buruk secara hukum dan sosial bagi Inara sendiri. Pernyataan ini ia sampaikan kepada media pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Putusan Balikan Ibarat Memperkuat Dugaan Hukum
Hotman menjelaskan bahwa keputusan Inara untuk kembali bersama Insanul, meskipun kasus hukum masih berjalan, berpeluang memperkuat dugaan perzinaan yang tengah diselidiki oleh pihak kepolisian di Polda Metro Jaya. “Keputusan Inara merapat ke Insanul justru akan menguatkan dugaan kasus mereka. Jadi ya salah langkah,” ujar Hotman.
Menurutnya, masyarakat sering kali menilai perilaku dan pilihan seseorang di luar konteks hukum hanya berdasarkan fakta hubungan yang tampak, tanpa melihat proses hukum yang masih berjalan. Oleh karena itu, Hotman menilai keputusan balikan tersebut justru bisa menjadi “bumerang” bagi reputasi Inara.
Latar Belakang Konflik Hukum
Kasus yang menimpa Inara dan Insanul bermula saat Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Tuduhan ini dilayangkan setelah Mawa mendapati hubungan antara suaminya dengan Inara, isu yang kemudian berkembang menjadi perhatian publik luas.
Kasus ini sempat memasuki fase penyelidikan, termasuk pemeriksaan bukti yang diajukan oleh pihak pelapor seperti rekaman CCTV dan dokumen lain sebagai alat bukti. Namun belakangan Inara diketahui mencabut laporan hukum yang pernah ia ajukan terhadap Insanul atas dugaan penipuan terkait hubungan mereka, setelah menjalani proses damai internal keluarga. Masih demikian, proses hukum terhadap kasus perzinaan tetap berjalan karena sifatnya delik aduan.
Di tengah dinamika kasus, Inara dan Insanul sempat menikah secara siri, atau nikah agama yang belum tercatat secara negara, yang kemudian menimbulkan kontroversi publik. Langkah pernikahan ini dilakukan setelah mereka melalui proses mediasi yang dimediasi oleh tokoh agama, yang dinilai beberapa pihak sebagai upaya untuk meredam polemik.
Tanggapan Publik dan Polemik Sosial
Selain komentar Hotman Paris, kontroversi ini juga memicu reaksi beragam dari netizen dan figur publik lain. Beberapa warganet menilai bahwa keputusan Inara dan Insanul berisiko memperburuk situasi hukum, sementara yang lain mempertanyakan sikap Inara dalam menghadapi publik dan kasus yang tengah berjalan.
Netizen bahkan mengulas beberapa pernyataan Inara yang dianggap kontradiktif terkait hubungannya dengan Insanul dan proses hukum yang membelit mereka. Kritik ini semakin memperumit persepsi publik tentang peristiwa ini.
Upaya Damai dan Tantangan Proses Hukum
Meski sempat ada upaya untuk berdamai, beberapa langkah damai yang diajukan pihak Insanul dan Inara justru ditolak oleh Wardatina Mawa. Dalam pertemuan tertutup, Mawa mengajukan syarat tertentu, termasuk permintaan permintaan maaf secara terbuka dari Insanul serta pembuktian pernikahan siri yang diklaim terjadi pada 7 Agustus 2025, sebagai bagian dari syarat untuk mempertimbangkan rekonsiliasi secara hukum.
Sementara itu, pihak hukum kepolisian masih memproses kasus tersebut dan mempelajari bukti-bukti yang ada, sehingga kemungkinan laporan dan tindakan hukum lanjutan tetap dapat terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa kasus tersebut belum selesai meskipun terdapat beberapa langkah damai di luar pengadilan.
Kesimpulan
Kasus yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi terus menjadi sorotan publik, tidak hanya karena aspek hukum yang kompleks, tetapi juga karena respons sosial dan komentar dari tokoh publik seperti Hotman Paris. Menurut Hotman, pilihan Inara untuk kembali bersama Insanul justru bisa memperkuat persepsi negatif dan berdampak kurang menguntungkan bagi dirinya dalam proses hukum yang berlangsung.

