Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Selasa, 10 Februari 2026: Dinamika Pasar dan Proyeksi Investor
Jakarta, 10 Februari 2026 —
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam / kode saham: ANTM) untuk perdagangan Selasa (10/2/2026) diperkirakan akan tetap berada dalam tren fluktuatif dan dinamis, seiring respons pasar terhadap faktor global dan domestik yang hingga kini masih saling tarik-menarik. Prediksi ini disampaikan analis pasar berdasarkan mengamati data terbaru dari harga emas dan sentimen ekonomi global.
Tren Harga Terbaru: Kuat namun Tidak Stabil
Memasuki awal pekan perdagangan, harga emas Antam cenderung bergerak positif. Pada Senin (9/2/2026), harga emas batangan Antam naik sebesar Rp20.000 menjadi sekitar Rp2.940.000 per gram, bahkan sempat meningkat dari level sekitar Rp2,89 juta sehari sebelumnya. Tren ini menandakan adanya aksi beli yang meningkat, yang mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi setelah sebelumnya mengalami fluktuasi tajam pada akhir pekan.
Kenaikan ini tercatat bersamaan dengan penguatan harga emas dunia yang masih berada di kisaran tinggi, dipengaruhi oleh tingginya permintaan sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap ketidakpastian pasar global dan geopolitik. Pergerakan harga emas batangan domestik Antam biasanya mengikuti sentimen pasar global karena Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat bergantung pada harga komoditas dunia.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas
1. Sentimen Global dan Keputusan Kebijakan Moneter
Harga emas dunia tengah berada di level yang menarik perhatian investor. Benchmark spot gold masih bergerak relatif tinggi, mencerminkan permintaan yang kuat dari investor global untuk aset yang aman di tengah gejolak ekonomi dan kebijakan moneter. Bank Sentral seperti Federal Reserve AS diperkirakan akan tetap menjaga suku bunga rendah dalam jangka menengah, yang cenderung mendukung harga emas menguat karena melemahnya nilai dolar AS.
Selain itu, sejumlah analis besar di pasar internasional telah menyesuaikan proyeksi harga emas untuk tahun 2026. Beberapa lembaga bahkan memprediksi emas berpotensi mencapai kisaran harga tertinggi dalam sejarah, di kisaran US$4.900–US$5.000 per troy ounce, seiring investor tetap mencari aset yang aman dari risiko inflasi dan pelemahan mata uang fiat.
2. Volatilitas Pasar dan Permintaan Aset Safe Haven
Reliable data dari pasar menunjukkan bahwa emas tetap menjadi alat investasi utama saat pasar saham mengalami tekanan atau gejolak. Kondisi ini tercermin dari permintaan emas yang meningkat pada periode menjelang Tahun Baru Imlek, khususnya di pasar China, yang merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia. Permintaan ini tak hanya mendorong harga batangan, tetapi juga emas perhiasan dan emas digital.
3. Faktor Domestik: Nilai Tukar dan Permintaan Lokal
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS secara historis berdampak signifikan terhadap harga emas Antam domestik. Ketika Rupiah relatif melemah terhadap Dolar, harga emas dalam Rupiah cenderung meningkat. Selain itu, permintaan pasar lokal yang tinggi—termasuk permintaan perhiasan emas di Indonesia—juga turut mengangkat harga di dalam negeri.
4. Data Harga Historis Antam
Memahami prediksi harga emas hari esok tidak terlepas dari data historis. Pada akhir Januari 2026, harga emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sekitar Rp3.168.000 per gram, sebuah angka yang mencerminkan momentum bullish yang kuat. Meskipun demikian, harga sempat mengalami koreksi moderat sebelum kembali menguat pada perdagangan awal Februari 2026.
Prediksi Harga Emas Antam Selasa 10 Februari 2026
Mengacu pada pergerakan harga terbaru dan sentimen pasar saat ini, analis memproyeksikan bahwa harga emas Antam akan tetap bergerak fluktuatif namun berpotensi menguat tipis pada Selasa (10/2/2026). Proyeksi posisi harga berada dalam rentang Rp2.935.000 hingga Rp2.955.000 per gram, yang menandakan pergerakan sideways namun cenderung adaptif terhadap tekanan beli yang meningkat.
Rentang ini menunjukkan bahwa pasar masih menunggu momentum kuat untuk menembus level psikologis Rp3 juta per gram, sekalipun potensi tersebut belum menjadi konsensus pasar saat ini. Pergerakan ini diperkirakan didorong oleh:
- Respons terhadap data ekonomi global terbaru
- Sentimen pada pasar aset safe-haven
- Volatilitas nilai tukar mata uang
- Permintaan fisik di pasar domestik dan regional Asia
Para pelaku pasar juga tetap mencatat kemungkinan adanya koreksi jangka pendek jika sentimen risiko mereda atau jika pasar saham global mengalami rebound, sehingga menyebabkan sebagian investor mengalihkan keluar dari aset emas untuk aset berisiko lain seperti saham atau komoditas lain.
Implikasi bagi Investor Emas
Prediksi harga emas Antam yang berada dalam kisaran fluktuatif namun cenderung naik memberikan beberapa implikasi penting bagi investor:
● Bagi Investor Jangka Pendek
Investor yang fokus pada perdagangan harian atau jangka pendek harus memantau data inflasi global, keputusan suku bunga The Fed, serta pergerakan nilai tukar Dolar. Indikator pasar tersebut memiliki pengaruh tinggi terhadap volatilitas harga emas. Keputusan untuk masuk atau keluar posisi harus mempertimbangkan level support dan resistance teknikal emas.
● Bagi Investor Jangka Panjang
Emas Antam tetap menjadi pilihan lindung nilai yang kuat terhadap inflasi dan risiko geopolitik. Investor jangka panjang cenderung melihat potensi apresiasi nilai emas dalam jangka waktu yang lebih luas. Tingkat permintaan yang tinggi dalam kondisi ekonomi global yang tidak stabil tetap menjadi faktor utama.
● Strategi Diversifikasi Portofolio
Diversifikasi portofolio menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian pasar. Emas sebagai instrumen investasi alternatif efektif dalam mengurangi risiko portofolio yang terlalu banyak terkonsentrasi pada aset berisiko seperti saham atau obligasi.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, prediksi harga emas Antam pada Selasa, 10 Februari 2026 tetap menunjukkan tren yang dinamis, dengan sentimen bullish yang masih kuat namun tetap menghadapi tekanan volatilitas pasar global. Para analis menilai pergerakan emas dipengaruhi kombinasi faktor fundamental global dan domestik, termasuk kebijakan moneter, permintaan aset safe haven, nilai tukar Rupiah, dan data historis harga yang kuat. Investor disarankan terus mengikuti perkembangan harga harian dan mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

