ArtisBeritaberitahiburanHomeOlahragaPengetahuan UmumViral

Start Buruk Persib Bandung di ACL 2: Kekalahan 0–3 dari Ratchaburi Jadi Pekerjaan Rumah Besar Maung Bandung

RATCHABURI, THAILAND — Perjalanan Persib Bandung di kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2) 2025–2026 menghadapi tantangan besar setelah kekalahan telak 0–3 dari tuan rumah Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar. Hasil negatif itu dinilai sebagai start buruk bagi tim Maung Bandung dan menjadi pekerjaan rumah besar jelang leg kedua yang akan digelar di Bandung.

Kekalahan ini sekaligus membuka pertanyaan besar mengenai kesiapan Persib menghadapi kompetisi kontinental, terutama setelah Persib sebelumnya tampil dominan di kompetisi domestik.*


Gol Cepat Tuan Rumah dan Dominasi Ratchaburi

Pertandingan yang berlangsung di Ratchaburi Stadium, Rabu (11/2/2026) malam WIB, berjalan berat bagi Persib sejak awal. Tuan rumah langsung unggul cepat melalui gol Pedro “Tana” Placeres pada menit ke-5, memaksa Persib mengejar ketertinggalan sejak dini.

Setelah jeda, Ratchaburi FC tampil makin agresif dan menggandakan keunggulan melalui Gabriel Mutombo Kupa pada menit ke-53. Dalam laga yang kian berat bagi Persib, Tana kembali mencetak gol pada menit ke-84, menutup kemenangan 3–0 bagi tim tuan rumah.

Kekalahan ini membuat langkah Persib untuk lolos ke perempat final semakin berat, sebab pada leg kedua Persib harus meraih kemenangan dengan selisih skor besar untuk melanjutkan perjuangan mereka di turnamen Asia ini.


Start Buruk Jadi Evaluasi Utama Pelatih

Usai laga, pelatih Persib Bojan Hodak mengakui bahwa start buruk Persib sejak awal pertandingan menjadi salah satu faktor utama kekalahan telak ini. Permainan Persib yang lambat dan kurang agresif sejak menit awal membuka peluang bagi Ratchaburi untuk mengambil kendali jalannya laga dengan cepat.

“Start buruk kami membuat lawan cepat mengambil alih permainan. Ini bukan hanya soal gol cepat, tetapi tentang mental bertanding sejak awal. Kami harus memperbaiki ini jelang leg kedua,” ujar Hodak dalam konferensi pers usai laga.

Permasalahan start ini menjadi sorotan karena dalam kompetisi turnamen seperti ACL 2, margin kesalahan sangat minim. Kegagalan memaksimalkan peluang mencetak gol, serta konsentrasi yang kurang sejak awal, berdampak signifikan pada hasil akhir pertandingan.


Rapor Pemain dan Analisa Kinerja

Penampilan Persib pada laga ini menunjukkan ketimpangan dalam beberapa aspek penting permainan. Beberapa pengamat mencatat bahwa lini tengah Persib gagal mengontrol tempo permainan, sementara lini pertahanan tim terlihat kesulitan mengantisipasi serangan cepat dari lawan.

Selain itu, absennya beberapa pemain kunci karena cedera diperkirakan turut berpengaruh terhadap performa keseluruhan tim. Ketidakhadiran pemain penting membuat strategi yang dibangun tidak optimal, sementara pelatih harus mencari kombinasi baru yang belum sepenuhnya efektif di laga ini.

Namun demikian, beberapa pemain seperti Teja Paku Alam dan Federico Barba tetap menunjukkan kerja keras untuk menjaga garis pertahanan, dan beberapa peluang menciptakan serangan sempat hadir meski tidak bisa dikonversi menjadi gol.


Strategi Leg Kedua: Harapan Kebangkitan di Bandung

Kekalahan ini bukan akhir dari perjuangan Persib di ACL 2. Peluang untuk lolos ke perempat final masih terbuka jika Maung Bandung mampu membalikkan keadaan pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026.

Namun, untuk memaksimalkan peluang tersebut, Persib setidaknya membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal empat gol tanpa kebobolan agar dapat melaju ke babak berikutnya melalui aturan agregat gol. Ini menjadi tantangan berat yang harus dijawab oleh semua komponen tim.

Pelatih Hodak diprediksi akan melakukan sejumlah evaluasi taktik, termasuk memperkuat lini tengah dan serangan agar lebih kreatif sekaligus menjaga konsistensi permainan sejak awal laga. Pengalaman bermain di kandang sendiri akan menjadi keuntungan psikologis bagi Persib, terutama dalam dukungan penuh dari para Bobotoh, suporter setia mereka.


Reaksi dan Sorotan Media

Media sepakbola Asia turut mengomentari hasil ini. Bahkan, pengamat dari AFC menilai Ratchaburi meraih kemenangan yang relatif mudah atas Persib. Meski demikian, mereka juga menyinggung bahwa pertandingan kedua bisa membuka dinamika baru, terutama bila Persib mampu tampil agresif sejak kick-off.

Sorotan media dan pendukung juga tertuju pada masa depan pelatih Bojan Hodak di Persib, terutama menyusul kontraknya belum diperpanjang. Kekalahan telak ini memicu perdebatan mengenai keberlanjutan strategi tim serta apakah perubahan taktik besar akan dilakukan dalam waktu dekat.


Catatan Statistik dan Sejarah Klub

Persib Bandung sendiri adalah klub besar dalam sejarah sepakbola Indonesia, tercatat sebagai juara nasional dan bagian dari sejumlah kompetisi domestik maupun internasional hingga era modern Liga 1. Pada musim domestik sebelumnya, Persib tampil gemilang dengan gelar Liga 1 yang diraih secara impresif, menjadikan mereka wakil Indonesia di kancah AFC Champions League.

Namun, di level kontinental seperti ACL 2, tantangan yang dihadapi jauh berbeda. Persaingan klub dari berbagai negara Asia menghadirkan tekanan taktik yang lebih tinggi dibanding kompetisi lokal, sehingga dibutuhkan kesiapan mental dan teknik yang matang guna bersaing secara kompetitif.


Peluang Taktis dan Evaluasi Tim

Menghadapi leg kedua, Persib diperkirakan akan meninjau beberapa aspek penting:

🔹 Perbaikan Start Permainan

Start buruk di leg pertama menjadi evaluasi penting. Pelatih kemungkinan akan mempersiapkan strategi yang lebih agresif sejak awal pertandingan agar mampu mencetak gol lebih cepat.

🔹 Konsistensi Lini Tengah

Penguasaan bola dan pergerakan kreatif menjadi kunci untuk merusak pertahanan Ratchaburi, sehingga lini tengah perlu lebih terorganisir.

🔹 Optimalisasi Skuad

Perubahan susunan pemain dan rotasi strategi bisa memberikan kejutan yang dibutuhkan untuk kebangkitan Persib di GBLA.

🔹 Dukungan Suporter

Semangat dukungan dari ribuan Bobotoh bisa menjadi faktor penting dalam mempengaruhi motivasi dan performa pemain.


Kesimpulan: Start Buruk, Tantangan Berat Menanti

Kekalahan 0–3 dari Ratchaburi FC mencatat start buruk bagi Persib Bandung di babak 16 besar ACL 2. Menurut pelatih, kelemahan dalam memulai permainan sejak awal menjadi salah satu sebab utama kekalahan tersebut.

Namun, peluang untuk bangkit masih ada. Leg kedua di Bandung menjadi kesempatan emas bagi Maung Bandung untuk menunjukkan kebangkitan, memperbaiki kesalahan, dan membalikkan keadaan demi melaju ke babak perempat final. Dukungan taktik matang, evaluasi pemain, serta dukungan suporter akan jadi kunci sukses dalam perjalanan kompetisi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *