Desa Temesi Gencarkan Vaksinasi Rabies: 136 Anjing dan Kucing Disuntik Untuk Cegah Penularan
GIANYAR, BALI — Upaya pencegahan penyakit rabies kembali digalakkan di Kabupaten Gianyar dengan diselenggarakannya vaksinasi rabies massal terhadap hewan penular rabies (HPR) di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Pada Rabu (11/2/2026), sebanyak 136 ekor anjing dan kucing berhasil divaksinasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari program kesehatan hewan dan masyarakat.
Kegiatan ini dipimpin oleh drh. I Nyoman Lastika, yang memimpin enam petugas vaksinator dari Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet). Vaksinasi dilakukan secara terpusat di Balai Banjar Temesi dan dilanjutkan dengan pendekatan door-to-door ke rumah warga untuk menjangkau sebanyak mungkin hewan peliharaan.
Cakupan Vaksinasi di Desa Temesi
Menurut data dari pihak penyelenggara, vaksinasi ini menyasar hewan-hewan yang berisiko tinggi menyebarkan virus rabies. Dari populasi yang diperkirakan mencapai 687 ekor hewan penular rabies di Desa Temesi, tim berhasil memberikan vaksin kepada 136 ekor, terdiri dari 135 ekor anjing dan 1 ekor kucing yang terdaftar.
Drh I Nyoman Lastika menjelaskan bahwa vaksinasi ini merupakan bagian dari program rutin pemerintah daerah yang bertujuan menekan risiko penularan rabies sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. Vaksin rabies tidak hanya melindungi hewan, tetapi juga mencegah kemungkinan penularan ke manusia, mengingat rabies adalah penyakit zoonosis yang sangat berbahaya.
Edukasi dan Partisipasi Warga
Selain memberikan suntikan vaksin, tim juga memberikan edukasi kepada warga Temesi tentang pentingnya vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan mereka. Petugas menghimbau agar masyarakat rutin memvaksin anjing atau kucing peliharaan dan menghindari membiarkan hewan berkeliaran bebas di lingkungan. Langkah ini dinilai penting karena hewan yang berkeliaran tanpa pengawasan memiliki risiko lebih tinggi kontak dengan hewan lain yang mungkin terinfeksi virus rabies.
Edukasi kesehatan ini juga menekankan agar pemilik hewan memahami bahayanya gigitan hewan yang tidak divaksin kepada manusia serta pentingnya membawa hewan peliharaan untuk mendapatkan perlindungan lengkap. Pendekatan edukatif semacam ini dianggap sama pentingnya dengan vaksinasi itu sendiri demi terciptanya kesadaran luas akan kesehatan hewan dan manusia.
Peran Aparat dan Sinergi Penanganan
Pelaksanaan vaksinasi rabies mendapat pengamanan dan pendampingan dari unsur kepolisian setempat. Kehadiran aparat memberikan rasa aman serta membantu kelancaran proses vaksinasi di lapangan. Turut hadir pula tokoh masyarakat dan perangkat desa untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan efektif.
Kepala Kepolisian Sektor Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan polisi bukan semata soal keamanan, tetapi juga dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga kesehatan publik dan hewan peliharaan di desa. Sinergi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi semua warga Desa Temesi.
Rabies di Bali: Tantangan Kesehatan dan Pencegahannya
Kasus rabies di Bali tetap menjadi perhatian serius, terutama mengingat karakter penyakit ini yang fatal begitu gejala klinis muncul. Data sebelumnya menunjukkan adanya sejumlah kasus rabies di sejumlah wilayah Bali yang menyebabkan kewaspadaan tinggi terhadap hewan penular rabies, terutama anjing.
Rabies dapat menular melalui gigitan atau cakar dari hewan yang terinfeksi virus rabies. Menurut panduan kesehatan global, virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan bila gejala telah muncul tanpa penanganan darurat, penyakit ini hampir selalu berujung fatal. Oleh sebab itu, vaksinasi terhadap hewan yang berpotensi menjadi sumber penularan dipandang sebagai langkah kunci pencegahan.
Di Bali sendiri, pemerintah daerah bersama berbagai organisasi telah memperluas program vaksinasi rabies dalam beberapa tahun terakhir. Data dari program vaksinasi sebelumnya menunjukkan upaya luas di berbagai desa guna meminimalisir risiko penyebaran virus, termasuk vaksinasi seribu lebih hewan di beberapa wilayah dalam kampanye massal serupa.
Strategi dan Implementasi Vaksinasi Rabies
Pelaksanaan vaksinasi rabies massif seperti di Desa Temesi mengikuti panduan dari lembaga kesehatan hewan yang disesuaikan dengan kondisi epidemiologis lokal. Strategi vaksinasi meliputi:
1. Vaksinasi Massal Terpusat dan Door-to-Door
Metode ini memastikan cakupan yang lebih luas dengan memungkinkan vaksinasi langsung di lapangan rumah warga. Pendekatan door-to-door meningkatkan akses bagi para pemilik hewan yang tidak dapat datang ke pusat vaksinasi.
2. Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama antara dinas pertanian, petugas kesehatan hewan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan efektif.
3. Edukasi dan Kesadaran Komunitas
Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang risiko rabies dan pentingnya vaksinasi berulang serta peran mereka sendiri dalam menjaga hewan peliharaan agar tidak berkeliaran bebas. Edukasi semacam ini dinilai penting untuk memperkuat one health (satu kesehatan) antara manusia dan hewan.
Harapan Program di Masa Depan
Melalui vaksinasi yang terus dijalankan secara rutin, pemerintah berharap Desa Temesi dan wilayah Gianyar pada umumnya akan terbebas dari ancaman rabies. Program ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk menjadikan Bali bebas rabies di masa mendatang.
Para pemangku kepentingan setempat berharap bahwa meningkatnya kesadaran warga akan vaksinasi dan perlindungan hewan akan berkontribusi pada menurunnya kasus gigitan hewan yang berpotensi membawa rabies ke manusia. Kesadaran ini, bersama dengan program vaksinasi berkala, menjadi pilar utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Implikasi Kesehatan Masyarakat
Rabies tetap menjadi penyakit yang dipandang sebagai ancaman serius di banyak wilayah Indonesia. Pencegahan efektif melalui vaksinasi hewan, edukasi, serta kerja sama lintas sektor menjadi strategi utama untuk mengatasi risiko penularan ke manusia. Kasus gigitan yang tidak tertangani dapat membawa konsekuensi fatal, sehingga kampanye vaksinasi seperti di Temesi menjadi kunci pencegahan jangka panjang.
Eksperimen vaksinasi pada hewan juga menunjukkan bahwa tingginya cakupan vaksinasi hewan peliharaan berkorelasi dengan menurunnya kasus rabies pada populasi manusia, menjadikannya strategi efektif yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan global.

