EkonomiKuliner

Pemkot Kediri Dukung Pameran UMKM Sebagai Upaya Perkuat Ekonomi Daerah

Kediri, Jawa Timur — Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat ekonomi daerah dengan mendorong kegiatan pameran dan festival bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat melalui kreativitas, budaya dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Pameran UMKM yang digelar dalam rangkaian acara Mojoroto Night Culture menjadi sorotan karena tidak hanya menghadirkan peluang pasar, tetapi juga memperkaya pengalaman budaya bagi masyarakat setempat.


UMKM Sebagai Denyut Nadi Ekonomi Lokal

Wakil Wali Kota Kediri K. H. Qowimuddin Thoha secara tegas menyatakan bahwa pameran UMKM merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak sekadar ruang transaksi jual-beli, tetapi tempat lahirnya kreativitas anak muda, tumbuhnya pasar lokal, serta pelestarian budaya.

“Di sinilah UMKM tumbuh, kreativitas anak-anak muda muncul, dan budaya lokal tampil dengan percaya diri. Ketika stan-stan UMKM berdiri, pertunjukan seni ditampilkan, dan kuliner khas disajikan, sesungguhnya yang sedang dibangun adalah ekosistem ekonomi berbasis masyarakat,” ujar Gus Qowim, panggilan akrab Wakil Wali Kota.

Kegiatan UMKM seperti ini dianggap bukan hanya sebagai ajang penjualan, tetapi sebagai metode pembelajaran bagi pelaku usaha untuk memahami dinamika pasar, menambah jaringan, dan memperluas pilihan strategi pemasaran. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi konsumen untuk lebih mengenal produk lokal unggulan dari Kota Kediri.


Mojoroto Night Culture: Lebih dari Sekadar Festival

Acara yang diberi nama Mojoroto Night Culture menjadi wadah bagi berbagai aspek UMKM, seni, dan budaya untuk tampil bersama. Dalam kegiatan tersebut ditampilkan beragam produk unggulan UMKM seperti kerajinan tangan, makanan khas, barang antik, dan lain-lain. Tidak hanya itu, pengunjung disuguhkan juga pentas tari serta pelayanan administrasi kependudukan yang membuat acara ini menjadi lebih dari sekadar bazaar.

Mojoroto Night Culture juga memperlihatkan adanya kolaborasi antara sektor resmi pemerintahan dan warga masyarakat yang mendorong terjadi transaksi langsung serta pertukaran ide. Bagi pelaku UMKM yang baru merintis, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Wakil Wali Kota bahkan menyampaikan bahwa acara seperti ini memiliki makna strategis dalam mendukung Kediri City Tourism karena selain menghadirkan tempat wisata, hal terpenting adalah “experience” atau pengalaman pengunjung berupa suasana, cerita dan nilai budaya yang ditawarkan.


Sinergi Budaya dan Ekonomi

Pemkot Kediri melihat bahwa pameran UMKM seperti Mojoroto Night Culture bukan hanya perputaran ekonomi semata, melainkan juga faktor yang memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat. Dengan menampilkan produk yang berciri khas daerah, kegiatan ini membantu menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Strategi ini mencerminkan upaya pemerintah kota untuk memperluas pangsa pasar UMKM, khususnya melalui kegiatan yang resonan dengan masyarakat luas, termasuk generasi muda yang kerap kali menjadi motor inovasi dalam segi ide, pemasaran digital, dan kreativitas produk.


Harapan Jadi Agenda Tahunan yang Diminati

Pemkot Kediri berharap kegiatan pasar rakyat semacam ini tidak berhenti pada tahun 2026, namun terus diperluas bahkan digelar di berbagai lokasi lain di Kota Kediri. Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa jika ekosistem ini terus dikonsolidasikan, bukan tidak mungkin orang-orang dari luar kota datang untuk menikmati suasana malam budaya dan menikmati produk lokal unggulan.

“Ini bukan sekadar festival. Ini adalah wujud nyata semangat gotong-royong, kreativitas, dan keberanian untuk menghadirkan ruang ekonomi dan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” lanjut Gus Qowim.

Dengan target menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari kalender tahunan pemerintahan daerah, Pemkot berharap acara tersebut akan menjadi agenda yang paling dinanti oleh masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


Pameran UMKM sebagai Model Penguatan Ekonomi

Kegiatan pameran UMKM memiliki dampak yang lebih luas di luar sekadar transaksi. Ahli ekonomi regional menjelaskan bahwa pendekatan partisipatif seperti ini mampu memperkuat jaringan bisnis lokal dan memperluas akses pasar pelaku UMKM, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi skala mikro hingga makro. Pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung juga bisa menciptakan nilai tambah bagi berbagai produk lokal yang memiliki daya saing.

Dukungan pemerintah tidak hanya pada kegiatan pameran saja, tetapi juga pada fasilitas pendampingan, seperti bantuan modal, digitalisasi pemasaran, hingga pelatihan bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing di era global ekonomi digital. Kondisi ini menunjukkan adanya keselarasan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan ekonomi masyarakat.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski peluang besar terbuka melalui pameran UMKM, tantangan juga tetap ada. Beberapa di antaranya adalah bagaimana menjaga konsistensi kualitas produk, akses ke teknologi pemasaran digital, serta kemampuan pelaku usaha untuk bersaing di pasar nasional. Secara umum, pameran seperti ini dapat menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi area yang perlu diperkuat, termasuk strategi inovasi produk, manajemen usaha yang profesional, dan akses pembiayaan.

Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta mitra strategis seperti lembaga keuangan dan asosiasi bisnis lokal perlu bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang mendukung daya saing pelaku UMKM agar tumbuh berkelanjutan.


Peran UMKM di Ekonomi Kediri

UMKM menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi regional karena mampu menyerap tenaga kerja, menghasilkan produk kreatif, dan memberi kontribusi besar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Di Kota Kediri sendiri, sektor UMKM berkembang sebagai bagian dari struktur ekonomi yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan global dan lokal.

Data menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan pameran mampu memperluas jaringan hingga ke luar daerah, meningkatkan permintaan, serta memicu pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Dukungan kebijakan serta kegiatan yang melibatkan banyak pihak menjadi faktor penting untuk menjamin keberlangsungan sektor ini.


Kesimpulan

Pemerintah Kota Kediri melalui dukungan terhadap kegiatan pameran UMKM di Mojoroto Night Culture menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis masyarakat. Melalui kolaborasi budaya dan ekonomi, UMKM diharapkan mampu terus tumbuh dan berkembang, serta berkontribusi signifikan dalam perekonomian lokal dan nasional. Pemkot terus berupaya menjadikan kegiatan tersebut agenda tahunan yang dapat meningkatkan peluang pasar, kreativitas, dan daya saing pelaku UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *