NasionalPeristiwa

Lansia Depok Antre Berjam-jam di Open House Istana demi Cari Rezeki

Seorang lansia asal Depok, Jawa Barat, menunjukkan semangat tinggi dengan mengantre berjam-jam untuk mengikuti acara open house di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia datang sejak pagi dengan harapan mendapatkan bantuan sembako demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pria bernama Slamet Riyadi (63) itu tiba di kawasan Istana sejak pukul 09.00 WIB. Ia langsung bergabung dengan antrean panjang warga di depan gerbang Kementerian Sekretariat Negara. Meski harus menunggu lama, ia tetap bertahan demi peluang mendapatkan bantuan.

Slamet mengaku memanfaatkan momen tersebut untuk mencari tambahan penghasilan. Ia menyebut kondisi ekonominya masih sulit setelah kehilangan pekerjaan sebagai sopir pada 2019. Saat ini, ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Daripada di rumah tidak melakukan apa-apa, lebih baik mencoba mencari rezeki untuk keluarga,” ujar Slamet saat ditemui di lokasi.

Datang dari Depok dengan Transportasi Umum

Slamet berangkat dari rumahnya di Depok menggunakan kereta sekitar pukul 08.30 WIB. Ia datang seorang diri dan membawa tas sederhana sebagai bekal selama mengantre.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti open house di Istana. Selama ini, ia hanya mengetahui kegiatan tersebut dari informasi umum, namun belum pernah ikut secara langsung.

Meski baru pertama kali mencoba, Slamet tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Ia tidak mempermasalahkan hasil yang didapat, selama bisa ikut merasakan suasana acara dan mencoba peruntungan.

Harapan pada Pemerintah

Selain berharap mendapatkan sembako, Slamet juga menyampaikan harapannya terhadap kondisi ekonomi yang lebih baik. Ia menilai kehidupan masyarakat kecil masih menghadapi banyak tantangan, terutama terkait harga kebutuhan pokok.

Ia berharap pemerintah dapat segera menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, janji-janji pembangunan perlu segera dirasakan secara nyata oleh rakyat.

Pernyataan tersebut mencerminkan kondisi sebagian masyarakat yang masih berjuang di tengah tekanan ekonomi. Kegiatan seperti open house pun menjadi salah satu peluang bagi mereka untuk mendapatkan bantuan tambahan.

Antusiasme Warga di Open House Istana

Open house di Istana Kepresidenan memang selalu menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga datang dari berbagai daerah untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati suasana Lebaran di lingkungan istana.

Pemerintah membuka acara ini sejak siang hingga sore hari dengan kapasitas sekitar 5.000 orang. Petugas mengatur arus pengunjung secara bergantian agar tetap tertib dan aman.

Selain bersilaturahmi, banyak warga datang dengan harapan mendapatkan bingkisan Lebaran. Paket tersebut biasanya berisi sembako hingga bantuan tunai yang dapat membantu kebutuhan rumah tangga.

Antrean panjang pun menjadi pemandangan umum. Warga tetap bersabar menunggu giliran meski harus berdiri berjam-jam di bawah terik matahari.

Simbol Harapan dan Realitas Sosial

Kisah Slamet mencerminkan realitas sosial yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Di tengah kemeriahan perayaan Lebaran, masih banyak warga yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Open house Istana tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol harapan bagi masyarakat kecil. Mereka datang dengan harapan mendapatkan bantuan sekaligus merasakan kedekatan dengan pemimpin negara.

Di sisi lain, fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat masih perlu terus diperkuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *