KulinerNasional

6 Kuliner Legendaris Salatiga yang Wajib Dicoba Saat Libur Lebaran 2026

Kota Salatiga di Jawa Tengah tidak hanya dikenal karena udaranya yang sejuk, tetapi juga kekayaan kuliner legendaris yang terus bertahan lintas generasi. Saat momen libur Lebaran 2026, berbagai hidangan khas kota ini menjadi incaran wisatawan yang ingin menikmati cita rasa autentik.

Mengutip laporan Bisnis.com, terdapat sejumlah kuliner legendaris di Salatiga yang tetap eksis hingga kini dan menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan. Ragam makanan tersebut tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah panjang dalam perkembangannya.

Salah satu kuliner yang paling terkenal adalah getuk kethek. Makanan berbahan dasar singkong ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang khas. Nama “kethek” sendiri berasal dari cerita unik tentang keberadaan monyet di sekitar tempat penjualannya, yang kemudian menjadi identitas kuliner tersebut.

Selain itu, ada pula bakso babat Taman Sari yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Hidangan ini menawarkan kuah kaldu gurih dengan tambahan babat yang empuk. Popularitasnya tidak pernah surut, bahkan menjadi salah satu ikon kuliner kota Salatiga.

Kuliner berikutnya adalah soto Esto, yang dikenal dengan cita rasa khas kuah santan yang gurih namun tetap ringan. Soto ini biasanya disajikan dengan tambahan kerupuk karak, memberikan sensasi tekstur yang unik saat disantap. Tempat makan ini telah berdiri sejak lama dan tetap mempertahankan resep tradisionalnya.

Tidak kalah menarik, sambal tumpang koyor juga menjadi menu khas yang wajib dicoba. Hidangan ini menggunakan tempe semangit yang dimasak dengan santan serta potongan koyor (urat sapi), menghasilkan rasa gurih yang kuat dengan sedikit sentuhan pedas. Kuliner ini banyak dijadikan menu sarapan oleh masyarakat setempat.

Bagi pecinta camilan, enting-enting gepuk menjadi pilihan oleh-oleh legendaris dari Salatiga. Terbuat dari kacang tanah dan gula, makanan ini memiliki rasa manis legit dengan tekstur renyah. Produk ini telah diproduksi sejak puluhan tahun lalu dan masih mempertahankan metode tradisional dalam proses pembuatannya.

Selain itu, roti Tegal juga menjadi kuliner klasik yang tidak boleh dilewatkan. Toko roti ini terkenal dengan resep kuno yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Roti yang dihasilkan memiliki cita rasa khas dan sering dijadikan pilihan sarapan atau camilan oleh wisatawan.

Keberadaan kuliner legendaris ini tidak terlepas dari sejarah panjang kota Salatiga sebagai wilayah persinggahan sejak masa kolonial. Kota yang terletak di antara Semarang dan Solo ini berkembang menjadi pusat interaksi budaya, termasuk dalam hal kuliner.

Para pelaku usaha kuliner di Salatiga umumnya mempertahankan resep turun-temurun sebagai bentuk menjaga identitas rasa. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman kuliner autentik, terutama saat momen Lebaran ketika aktivitas wisata meningkat.

Selain rasa, faktor harga yang relatif terjangkau juga membuat kuliner Salatiga semakin diminati. Wisatawan dapat menikmati berbagai hidangan khas tanpa harus mengeluarkan biaya besar, sehingga cocok untuk perjalanan keluarga selama libur Lebaran.

Pemerintah daerah pun terus mendorong promosi kuliner lokal sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Kuliner legendaris dianggap mampu menjadi magnet wisata yang efektif karena menggabungkan aspek budaya, sejarah, dan ekonomi.

Dengan berbagai pilihan yang tersedia, Salatiga menjadi destinasi kuliner yang menarik untuk dikunjungi. Perpaduan antara cita rasa tradisional dan suasana kota yang nyaman menjadikan pengalaman wisata semakin berkesan.

Secara keseluruhan, enam kuliner legendaris ini tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya lokal yang tetap terjaga hingga kini. Bagi wisatawan yang berkunjung saat Lebaran 2026, mencicipi kuliner khas Salatiga menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *