Sistem Kesehatan di Gaza Butuh Rp172 Triliun untuk Pulih, WHO Ungkap Kondisi Terkini
Sistem kesehatan di Gaza membutuhkan dana sekitar Rp172 triliun untuk kembali pulih setelah mengalami kerusakan parah akibat konflik berkepanjangan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap kebutuhan besar ini untuk membangun kembali fasilitas medis, layanan kesehatan, dan infrastruktur penunjang di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian dunia karena krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk, sementara akses layanan kesehatan bagi warga semakin terbatas.
WHO Beberkan Besarnya Kerusakan Fasilitas Kesehatan
WHO menyebut banyak rumah sakit, klinik, dan pusat kesehatan di Gaza mengalami kerusakan berat bahkan lumpuh total.
Serangan yang terjadi selama konflik menghancurkan berbagai infrastruktur penting, termasuk ruang operasi, unit gawat darurat, hingga fasilitas penyimpanan obat-obatan.
Akibatnya, pelayanan kesehatan dasar pun terganggu secara signifikan.
Dana Rp172 Triliun Dibutuhkan untuk Pemulihan
WHO memperkirakan kebutuhan dana untuk memperbaiki sistem kesehatan di Gaza mencapai sekitar Rp172 triliun.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun ulang rumah sakit, menyediakan alat kesehatan, obat-obatan, serta memulihkan layanan kesehatan masyarakat.
Menariknya, pemulihan ini tidak hanya soal bangunan fisik, tetapi juga mencakup pelatihan tenaga medis dan pemulihan sistem distribusi logistik.
Warga Gaza Kesulitan Akses Pengobatan
Di tengah kerusakan fasilitas kesehatan, warga Gaza kini menghadapi kesulitan besar untuk mendapatkan layanan medis.
Pasien dengan penyakit kronis, korban luka perang, ibu hamil, hingga anak-anak menjadi kelompok paling rentan.
Sementara itu, keterbatasan listrik, air bersih, dan bahan bakar membuat operasional rumah sakit semakin terganggu.
Tenaga Medis Bekerja di Tengah Keterbatasan
Tenaga kesehatan di Gaza terus bekerja di tengah kondisi yang sangat sulit.
Mereka menghadapi kekurangan alat medis, obat-obatan, hingga ruang perawatan yang memadai.
Yang jadi perhatian, banyak tenaga medis harus bekerja berjam-jam tanpa dukungan logistik cukup.
Dunia Internasional Didorong Turun Tangan
WHO menyerukan dukungan internasional untuk membantu pemulihan sistem kesehatan di Gaza.
Bantuan finansial dan kemanusiaan dinilai mendesak agar layanan kesehatan dasar tetap berjalan.
Di sisi lain, organisasi kemanusiaan juga terus berupaya menyalurkan bantuan medis ke wilayah konflik.
Krisis Kemanusiaan Masih Berlangsung
Selain kerusakan fasilitas kesehatan, warga Gaza juga menghadapi ancaman kelaparan, wabah penyakit, dan minimnya sanitasi.
Kondisi ini membuat kebutuhan pemulihan menjadi semakin kompleks.
Tanpa langkah cepat, dampak kesehatan jangka panjang dikhawatirkan akan semakin parah.
Sistem kesehatan di Gaza kini berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan dukungan besar untuk pulih. Dengan kebutuhan dana mencapai Rp172 triliun, perhatian dunia internasional sangat dibutuhkan agar layanan kesehatan bagi jutaan warga Gaza bisa kembali berjalan normal.

