beritaBisnis

Saham & IHSG Respon Positif Usai Prabowo Bertemu Konglomerat

Jakarta — Pasar modal Indonesia mencatat alur positif setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan sejumlah konglomerat dan pelaku usaha besar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa malam (10/2/2026). Dialog intensif ini dilihat pelaku pasar sebagai sinyal penguatan sentimen terhadap prospek ekonomi dan industri domestik.

Dalam audiensi yang berlangsung sekitar empat jam, Prabowo berdiskusi dengan tokoh-tokoh besar seperti Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), hingga Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group). Pertemuan itu fokus pada kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat Indonesia Incorporated, menciptakan peluang investasi, serta menumbuhkan lapangan kerja melalui sinergi yang lebih erat.


Respon Pasar Modal & Penguatan Indeks

Meski pasar modal Indonesia sempat dilanda tekanan tajam awal tahun ini akibat kekhawatiran investor asing dan isu transparansi pasar, pertemuan langsung antara kepala negara dengan kalangan pengusaha besar dianggap memberikan angin segar bagi investor domestik. Pakar pasar modal menyebut dialog semacam ini dapat membantu memperbaiki kepercayaan pelaku pasar terhadap arah ekonomi nasional.

Menurut analis, sentimen positif pasca-audiensi tercermin dalam pergerakan sejumlah saham emiten besar yang terkait dengan konglomerat yang hadir, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menunjukkan penguatan tipis setelah berita pertemuan mencuat — menandakan optimisme awal di tengah volatilitas pasar.


Makna Pertemuan & Sinergi Pemerintah-Swasta

Perjumpaan Prabowo dengan para taipan bukan sekadar photo opportunity. Diskusi intensif menyentuh isu utama yang berimplikasi pada daya saing ekonomi nasional, seperti penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri strategis, dan peningkatan investasi domestik maupun global. Konsep Indonesia Incorporated yang diusung bertujuan menyatukan kekuatan pemerintah dan pengusaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Para pengusaha yang hadir juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah, termasuk upaya meningkatkan konsumsi domestik, memperluas investasi di sektor produktif, dan memperkuat basis usaha kecil menengah. Hal ini dianggap positif oleh kalangan investor yang mencari stabilitas setelah periode tekanan pasar baru-baru ini.


Dinamika Pasar & Tantangan ke Depan

Meski ada respons awal positif, pasar modal Indonesia masih menghadapi tantangan struktural. Laporan internasional menunjukkan bahwa indeks saham sempat mengalami penurunan tajam awal Februari karena peringatan lembaga pemeringkat terhadap isu ownership dan transparency, yang memicu aksi jual besar dan memukul nilai market capitalization secara keseluruhan.

Namun, aksi pemerintah untuk berdialog langsung dengan pelaku usaha besar dan menekankan kolaborasi berkelanjutan dipandang sebagian analis sebagai upaya memperbaiki sentimen investor dari sisi domestik. Inisiatif ini, bila didukung kebijakan yang konsisten, bisa membantu menstabilkan pasar modal dalam jangka menengah.


Catatan untuk Investor

Pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap dinamika global dan domestik yang mempengaruhi pasar modal, termasuk arus modal asing, kebijakan fiskal, dan indikator makro ekonomi. Pergerakan saham sektor unggulan dan emiten besar yang dikaitkan dengan konglomerat nasional dapat menjadi barometer respons terhadap sentimen kebijakan pemerintah saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *