📰 Berita Lengkap
🇮🇩 Observasi Hilal Nasional
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan tim khusus untuk melakukan pengamatan hilal di 37 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17–18 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses memantau bulan sabit (hilal) sebagai salah satu acuan utama dalam menentukan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah.
🔠Kolaborasi Ilmiah dengan Kemenag
Pengamatan ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dari tingkat nasional hingga provinsi. BMKG tidak hanya melakukan rukyatul hilal (observasi langsung), tetapi juga menyediakan data hisab hilal atau perhitungan astronomis yang diperlukan oleh para pengamat di seluruh Indonesia. Semua laporan hasil pemantauan hilal nantinya akan dihimpun dan diserahkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar oleh Kemenag untuk menetapkan kapan umat Islam di Indonesia resmi memulai puasa Ramadan 1447 H.
🧠Peran Hisab dan Rukyat
BMKG menjelaskan bahwa data hisab menjadi petunjuk awal mengenai posisi hilal, sementara rukyat dilakukan di titik-titik pengamatan nyata di lapangan untuk memastikan visibilitas hilal. Menurut beberapa sumber, berdasarkan perhitungan hisab, posisi hilal saat matahari terbenam pada tanggal 17 Februari 2026 kemungkinan masih berada di bawah ufuk sehingga visibilitasnya belum memenuhi kriteria tertentu, namun sidang isbat tetap menjadi keputusan akhir penetapan awal Ramadan.
📅 Sidang Isbat Penentu Ramadhan
BMKG menegaskan bahwa hasil pengamatan di 37 lokasi ini akan dipadukan dengan hasil hisab dan laporan lain dalam Sidang Isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama pada tanggal 17 Februari 2026 untuk menentukan secara resmi 1 Ramadan 1447 H.
📌 Kesimpulan
BMKG menurunkan tim dan peralatan observasi hilal di 37 lokasi di seluruh Indonesia dalam upaya ilmiah dan kolaboratif bersama Kemenag untuk memastikan penentuan awal Ramadan 1447 H dilakukan secara akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
