Dinkes Sulteng dan Dharma Wanita Galakkan Deteksi Dini Kanker Lewat Skrining dan Vaksinasi HPV Gratis
Palu, 18 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes Sulteng) bersama organisasi wanita Dharma Wanita Persatuan memperkuat upaya pencegahan kanker di kalangan perempuan dengan meluncurkan kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dan pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) secara gratis. Program ini menjadi momentum penting yang sejalan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia, mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining kesehatan serta imunisasi sejak dini sebagai upaya efektif meminimalisir risiko penyakit kanker yang masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
Sinergi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat untuk Kesehatan Perempuan
Program yang digelar di Palu ini merupakan hasil kolaborasi intens antara Dinkes Sulteng dengan Dharma Wanita Persatuan, sebuah organisasi yang aktif mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai bidang termasuk kesehatan keluarga. Ketua Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Dinkes Sulteng, Balqis Purnamasari, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar untuk memperingati hari penting, tetapi bertujuan memberikan edukasi kesehatan yang berkelanjutan kepada perempuan di seluruh wilayah provinsi.
Balqis menggarisbawahi bahwa dua jenis kanker yang banyak menjangkit perempuan—kanker serviks dan kanker payudara—masih menyumbang angka kematian yang signifikan di tingkat nasional dan regional. Padahal, sebagian besar kasus dapat dicegah atau ditangani lebih awal jika perempuan secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan seperti Pap smear, skrining dengan metode inspeksi visual menggunakan asam asetat (IVA), serta mendapatkan imunisasi HPV saat usia yang tepat.
Pentingnya Skrining sebagai Langkah Preventif
Salah satu langkah yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya skrining kesehatan sebagai bentuk deteksi awal kanker serviks. Skrining yang rutin memungkinkan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi adanya perubahan sel di leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani. Data kesehatan nasional menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan Indonesia, dan deteksi dini melalui skrining seperti Pap smear dan pemeriksaan DNA HPV terbukti dapat menekan angka kasus stadium lanjut secara signifikan.
Selain metode skrining tradisional seperti Pap smear, pendekatan deteksi dini saat ini juga semakin diperluas dengan pemeriksaan DNA HPV, yang mampu mengidentifikasi infeksi virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Pemerintah pusat bahkan telah mengintegrasikan skrining DNA HPV ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis yang mulai diberlakukan sejak awal 2026 guna mengatasi rendahnya partisipasi skrining konvensional. Langkah ini bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam deteksi dini.
Vaksinasi HPV Gratis: Pencegahan Sejak Dini
Selain meningkatkan akses skrining, kegiatan di Sulawesi Tengah juga menitikberatkan pada pemberian vaksin HPV gratis kepada perempuan. Vaksin HPV dikenal sebagai pencegah primer yang sangat efektif terhadap infeksi virus penyebab kanker serviks. Vaksin ini terutama dianjurkan diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, karena potensi infeksi HPV akan jauh lebih rendah jika kekebalan tubuh sudah terbentuk sebelumnya.
Pemberian vaksinasi HPV tanpa biaya ini sangat strategis dalam konteks kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan dan tingkat kesadaran yang masih beragam. Kebijakan serupa juga diterapkan di tingkat nasional, di mana pemerintah Indonesia mengupayakan vaksinasi HPV sebagai bagian dari upaya eliminasi kanker serviks dan memasukkannya ke dalam jadwal imunisasi nasional untuk kelompok usia tertentu.
Edukasi Kesehatan dan Peran Komunitas
Rangkaian kegiatan di Palu tidak hanya berupa layanan klinis, tetapi juga mengedepankan edukasi kesehatan melalui berbagai media, termasuk sesi podcast dan diskusi yang difokuskan pada penyampaian informasi tentang pencegahan kanker kepada perempuan. Tenaga kesehatan menjelaskan bahwa kesadaran diri terhadap kesehatan merupakan langkah awal yang krusial untuk meningkatkan angka partisipasi skrining dan imunisasi di masyarakat.
Melihat kenyataan bahwa kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan masih rendah di beberapa wilayah, program tersebut juga mengajak peserta untuk menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan keluarga dan komunitas. Upaya ini diharapkan dapat membangun budaya kesehatan yang lebih kuat, di mana perempuan secara aktif memeriksakan diri dan mendukung anggota keluarganya untuk melakukan langkah preventif yang sama.
Respons Institusi Kesehatan Terhadap Tantangan Kanker di Indonesia
Langkah Dinkes Sulteng dan Dharma Wanita ini mencerminkan upaya lanjutan dari inisiatif yang juga digaungkan oleh pemerintah pusat dan lembaga kesehatan lain di Indonesia. Misalnya, integrasi skrining DNA HPV ke dalam program kesehatan gratis memberi akses lebih luas bagi perempuan untuk menjalani pemeriksaan awal secara mudah dan tanpa biaya tambahan.
Selain itu, organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO) memberikan dukungan terhadap upaya eliminasi kanker serviks di Indonesia melalui strategi vaksinasi terpadu dan peningkatan layanan skrining sebagai bagian dari target global yang harus dicapai menjelang 2030. Upaya tersebut termasuk memperluas akses layanan skrining dan pengobatan sehingga deteksi dini kanker menjadi lebih merata di semua kelompok masyarakat.
Menuju Pencegahan Kanker yang Lebih Efektif
Pencegahan kanker secara efektif membutuhkan kombinasi strategi yang mencakup edukasi, jangkauan layanan kesehatan yang merata, program skrining yang teratur, serta pemberian imunisasi yang tepat waktu. Kegiatan yang dilaksanakan di Sulawesi Tengah menjadi contoh nyata dari implementasi strategi tersebut di tingkat daerah. Keterlibatan organisasi masyarakat seperti Dharma Wanita Persatuan juga menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat penting dalam menangani isu kesehatan yang kompleks seperti kanker serviks dan kanker payudara.
Dalam era kesehatan modern, deteksi dini dan respons cepat terhadap temuan skrining merupakan kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker. Dengan terus memperluas layanan skrining dan vaksinasi gratis serta meningkatkan edukasi komunitas, Indonesia sedang bergerak menuju sistem kesehatan yang lebih inklusif dan proaktif dalam menghadapi tantangan penyakit kronis.

