Olahraga

Dua Pemain Persib Diserang Netizen Usai Sambut John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia

🗓️ Jakarta, 13 Januari 2026 —

Dua pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha dan Marc Klok, menerima lonjakan kritik tajam dari netizen setelah menyampaikan ucapan selamat datang kepada John Herdman, pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Unggahan tersebut memicu respons keras dari khalayak online yang mempertanyakan pilihan pemain tersebut dalam mendukung pelatih anyar skuad Garuda.

John Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam sebuah konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta pada Selasa (13/1/2026). Herdman sendiri merupakan pelatih berkebangsaan Inggris yang memiliki pengalaman internasional, termasuk membawa beberapa tim nasional ke kompetisi besar dunia.

Namun, momen positif itu berubah menjadi sorotan tak terduga ketika Beckham Putra dan Marc Klok ikut tampil dalam video sambutan resmi di akun Instagram Timnas Indonesia, @timnasindonesia. Ucapan selamat mereka justru diiringi komentar pedas netizen yang merasa kedua pemain tersebut belum menunjukkan performa konsisten di kancah sepak bola nasional.


Kronologi Sambutan dan Serangan Netizen

Video yang diunggah oleh akun resmi Timnas Indonesia memperlihatkan sejumlah pemain menyampaikan salam hangat kepada pelatih anyar. Selain Beckham Putra dan Marc Klok, sejumlah nama seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Kevin Diks, Stefano Lilipaly, hingga Egy Maulana Vikri ikut menyampaikan pesan positif kepada Herdman.

Ucapan Beckham Putra bernada optimis:

“Halo Coach, Beckham di sini, selamat datang di Timnas Indonesia. Bawa terbang tinggi Garuda,”
sedangkan Marc Klok berkata:
“Coach John Herdman, selamat datang di Indonesia. Saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Anda, ayo bawa Garuda terbang tinggi.”

Sayangnya, alih‑alih mendapatkan dukungan, dua pemain itu justru dibanjiri komentar negatif di kolom unggahan tersebut. Netizen menilai bahwa performa mereka di level klub dan tim nasional belum konsisten sehingga tidak layak menjadi tokoh sentral sambutan terhadap pelatih baru.


Reaksi dari Dunia Maya dan Penilaian Media

Reaksi netizen bukanlah fenomena tunggal di era digital saat ini. Sejak penunjukan John Herdman sebagai arsitek baru Timnas Indonesia, banyak komentar bertebaran di media sosial baik yang mendukung maupun mengkritik keputusan PSSI. Sebagian netizen bahkan membuat unggahan dan meme yang mencerminkan pendapat beragam tentang arah baru Timnas Garuda.

Munculnya kritik terhadap Beckham Putra dan Marc Klok menjadi salah satu contoh betapa hangatnya diskusi publik tentang sepak bola nasional. Fenomena ini juga menegaskan bahwa para pemain kini tidak hanya dinilai dari performanya di lapangan, tetapi juga dari respon publik terhadap keputusan‑keputusan yang melibatkan mereka secara terbuka.


John Herdman dan Tantangan di Timnas Indonesia

John Herdman sendiri datang ke Indonesia dengan reputasi tinggi. Ia pernah melatih beberapa tim nasional besar, termasuk membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia, serta memiliki visi untuk membawa Indonesia mencapai level prestasi internasional yang lebih tinggi.

Dalam perkenalan resminya, Herdman menyatakan akan fokus membangun tim secara jangka panjang dan memperhatikan kekuatan serta potensi pemain lokal. Ia pun menekankan bahwa pengalaman di liga domestik, seperti BRI Super League, menjadi faktor penting dalam menentukan bangunan timnas yang kompetitif.

Selain itu, Herdman sudah memulai pendekatan awal dengan beberapa pemain kunci dan kapten tim, menunjukkan strategi komunikasi yang efektif untuk membangun chemistry dan rasa percaya dalam skuad Garuda.


Dampak pada Publik dan Harapan ke Depan

Serangan netizen terhadap Beckham Putra dan Marc Klok menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap perkembangan sepak bola nasional, khususnya ketika ada perubahan besar seperti kedatangan pelatih baru. Fenomena ini juga menjadi cermin tantangan media sosial dalam menjaga kesehatan diskusi sepak bola yang konstruktif.

Para pengamat sepakat bahwa sambutan terhadap Herdman mesti dilihat sebagai momentum positif untuk perkembangan Timnas Indonesia. Mereka berharap dukungan publik dapat lebih diarahkan pada semangat membangun tim yang solid serta memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang tanpa tekanan berlebihan dari luar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *