Polisi Cepat Redam Kericuhan Usai Laga Persita vs Persija di Tangerang
Tangerang, 31 Januari 2026 — Kepolisian Resor Tangerang Selatan berhasil meredam kericuhan suporter yang terjadi setelah pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Jumat sore, 30 Januari 2026. Aparat memastikan situasi kembali kondusif dalam waktu singkat dan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Pertandingan yang digelar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 berakhir dengan kemenangan Persija Jakarta 2–0 atas Persita Tangerang. Gol kemenangan tim tamu dicetak oleh Gustavo Almeida dan Maxwell Souza yang membawa Persija meraih tiga poin penting di kandang lawan.
Kericuhan Pecah Usai Laga
Kericuhan terjadi usai wasit meniup peluit panjang. Sejumlah suporter dari kedua kubu terlibat adu dorong dan lemparan di luar area stadion, tepatnya di kawasan Gate 6–7 Indomilk Arena. Aksi ini berlangsung singkat tetapi berlangsung cukup memanas sehingga memicu keterlibatan aparat keamanan.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan polisi langsung bergerak cepat ketika melihat indikasi bentrokan. Ia mengatakan aparat yang berjaga di lokasi berhasil mengendalikan massa hanya dalam hitungan menit. “Kericuhan tidak berlangsung lama, paling sekitar dua menit saja, dan kami langsung meredakan,” ujar Boy.
Dalam penanganan tersebut, polisi menerapkan pendekatan profesional dan persuasif sehingga suasana bisa cepat kembali berjalan tenang. Boy menegaskan bahwa tidak ada laporan korban luka atau nyaris cidera dalam insiden itu. “Tidak ada korban. Semua suporter yang terlibat akhirnya bubar dan kembali ke rumah masing-masing setelah situasi aman,” tambahnya.
Pengamanan Ketat Sejak Awal
Sebelum pertandingan berlangsung, pihak kepolisian sudah menyiapkan pengamanan ekstra ketat. Polres Tangerang Selatan bersama Polda Metro Jaya menurunkan sekitar 1.403 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan ini, termasuk di dalam stadion dan area sekitar jalan menuju venue.
Personel gabungan itu terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Polres Tangsel, TNI, Dishub, Satpol PP, dan steward keamanan stadion. Aparat juga menempatkan kendaraan taktis dan sarana pendukung lain di titik-titik strategis untuk antisipasi kemungkinan gangguan keamanan.
Kapolres Boy menegaskan seluruh personel menjalankan tugas dengan mengikuti prosedur serta mengutamakan tindakan humanis sehingga pertandingan tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi suporter yang hadir.
Jalannya Pertandingan dan Latar Belakang Situasi
Pertandingan berjalan intens sejak babak pertama. Persija Jakarta mengambil kendali permainan dan membuka skor melalui aksi Gustavo Almeida. Pada babak kedua, Maxwell Souza menambah keunggulan tim Macan Kemayoran untuk memastikan kemenangan 2–0 atas Persita. Hasil ini membuat Persija naik ke posisi kedua klasemen sementara, sementara Persita tertahan di papan tengah.
Setelah peluit akhir berbunyi, sejumlah suporter yang kecewa atas hasil pertandingan mulai bergerombol dan bersua di luar stadion. Bentrokan kecil antara kelompok pendukung menimbulkan ketegangan sesaat sebelum aparat turun tangan.
Peran Polisi dan Penanganan Kericuhan
Polisi memastikan hampir semua titik rawan telah diantisipasi sejak awal. Dengan jumlah personel yang cukup besar dan strategi pengamanan yang komprehensif, aparat berhasil menangani kericuhan cepat tanpa eskalasi lebih lanjut. Boy mengatakan para petugas menyisir lokasi untuk memastikan tak ada kelompok suporter yang masih berkumpul setelah pertandingan.
Beberapa suporter yang terlihat memancing provokasi juga sempat diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, meski aparat belum memberikan rincian detail jumlah orang yang dibawa ke posko polisi. Secara umum, menurut Boy, semua suporter akhirnya pulang dengan tertib setelah situasi benar-benar aman.
Respons Suporter dan Evaluasi Keamanan
Insiden ini menjadi pengingat bagi pihak keamanan dan pengelola stadion bahwa koordinasi ekstra tetap diperlukan pada laga besar yang melibatkan rivalitas pendukung kuat. Meski kericuhan berlangsung singkat dan tidak menimbulkan korban, aparat menyatakan akan melakukan evaluasi untuk memperkuat langkah preventif di pertandingan berikutnya.
Beberapa suporter mengaku kecewa atas hasil pertandingan namun juga menyatakan apresiasi terhadap penanganan cepat pihak keamanan sehingga kejadian tidak berlanjut menjadi gangguan besar.

