Heboh DS Alumni LPDP Viral “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”: Wamen Stella & DPR Angkat Bicara
JAKARTA — Publik Tanah Air dihebohkan oleh sebuah video seruan seorang perempuan berinisial DS, alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang mengungkapkan keinginannya agar anak-anaknya menjadi warga negara asing (WNA) dan bukan warga negara Indonesia (WNI). Pernyataan ini lantas viral di media sosial dan menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI.
Dalam video yang beredar, DS tampak membuka surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris, sambil menyampaikan keinginannya agar anak-anaknya memiliki “paspor yang kuat” dan bukan WNI. Pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan” kemudian memicu pro dan kontra luas di jagat maya.
Panggilan Klarifikasi LPDP
Menanggapi viralnya pernyataan tersebut, LPDP resmi memanggil suami DS, yang juga alumni LPDP, terkait dugaan belum menyelesaikan kewajiban kontribusi setelah masa studi berakhir. Dalam ketentuan LPDP, seluruh penerima beasiswa berkewajiban menyelesaikan masa pengabdian di Indonesia setidaknya dua kali masa studi ditambah satu tahun. LPDP menyatakan akan menindak sesuai prosedur apabila kewajiban itu terbukti belum dipenuhi.
Respons Wamen Stella Christie
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, buka suara mengenai polemik ini. Menurutnya, beasiswa negara harus dipahami sebagai utang budi kepada bangsa, bukan sekadar fasilitas yang mudah dilepas begitu saja. Ia menyatakan bahwa pernyataan yang menjadi viral mencerminkan kurangnya pemahaman moral terhadap amanat beasiswa negara.
Stella juga menggarisbawahi bahwa kontribusi kepada negara bisa berbentuk berbagai macam peran — tidak harus hanya melalui cara formal — namun tanggung jawab moral dan kebangsaan tetap penting. Ia bahkan memberikan nasihat tentang pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, termasuk menggunakan Bahasa Indonesia di keluarga agar rasa nasionalisme tetap kuat.
Kritik dari DPR RI
Sorotan terhadap DS juga datang dari wakil rakyat di DPR RI. Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, menilai pernyataan tersebut tidak etis karena tampak mengabaikan semangat kebangsaan yang diharapkan dari para penerima beasiswa negara. Hetifah menyebut kritik publik terhadap DS lebih merupakan refleksi “alarm sosial” tentang ekspektasi masyarakat terhadap penerima dana publik.
Menurutnya, dana yang digunakan untuk beasiswa berasal dari dana publik, sehingga masyarakat berhak mengharapkan kontribusi nyata serta sikap yang mencerminkan rasa kebangsaan dari para penerimanya. Ia pun menyerukan penguatan nilai kebangsaan dan transparansi kontribusi pasca studi bagi para alumni beasiswa.
Related Keywords: alumni LPDP viral, DS LPDP, Wamen Stella Christie, tanggapan DPR, LPDP kontribusi, kewarganegaraan anak
