Kriminalitas

Mahasiswi Ditemukan Tewas di Kos di Medan, Ternyata Anak Anggota DPRD

Medan – Penemuan jasad seorang mahasiswi di kamar kos di Kota Medan, Sumatera Utara, menghebohkan warga setempat. Korban diketahui bernama Maria Naibaho (22), seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed). Belakangan terungkap bahwa korban merupakan anak dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos yang berlokasi di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Jasad korban pertama kali ditemukan setelah pihak terdekat korban merasa curiga karena tidak mendapat respons dari dalam kamar.

Ayah korban, Mangatur Naibaho, membenarkan kabar meninggalnya putrinya tersebut. Ia mengaku menerima informasi duka itu pada malam hari dan sangat terkejut dengan kejadian tersebut.

Mangatur juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada keluarga. Korban diketahui menghubungi ibunya melalui pesan WhatsApp dan menyampaikan bahwa dirinya sedang mengalami demam.

Penemuan Bermula dari Kecurigaan Pacar Korban

Penemuan jasad korban bermula saat pacar korban datang ke kamar kos untuk menemuinya. Namun ketika tiba di lokasi, ia mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada respons saat dipanggil.

Merasa khawatir, pacar korban kemudian meminta bantuan beberapa orang di sekitar lokasi. Saat berada di depan kamar, mereka mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam ruangan tersebut.

Karena situasi semakin mencurigakan, mereka akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidur.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada pemilik rumah kos dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Medan Tembung segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Untuk memastikan hal tersebut, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna menjalani proses autopsi.

Menurut Ras Maju, dari pemeriksaan awal secara kasat mata, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Selain melakukan autopsi, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan dari para saksi diharapkan dapat membantu mengungkap kronologi kejadian secara lebih jelas.

Polisi juga mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan aktivitas korban sebelum meninggal dunia, termasuk kondisi kesehatan korban yang sempat dikeluhkan kepada keluarganya beberapa hari sebelumnya.

Jenazah Telah Diautopsi

Pihak keluarga menyampaikan bahwa proses autopsi terhadap jasad korban telah selesai dilakukan di RS Bhayangkara Medan. Setelah proses tersebut rampung, jenazah korban kemudian dibawa menuju rumah duka untuk disemayamkan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban secara pasti.

Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena korban diketahui masih berstatus mahasiswa aktif. Aparat kepolisian memastikan akan terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar penyebab kematian korban dapat segera terungkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *