DJ Donny, Influencer dan DJ yang Diteror Bangkai Ayam dan Bom Molotov Usai Kritik Penanganan Bencana
Jakarta Kilasanberita.id — Sosok Ramon Donny Adam, atau yang lebih dikenal publik sebagai DJ Donny, tengah menjadi sorotan media dan masyarakat setelah mengalami serangkaian aksi teror mengancam keselamatan dirinya dan keluarga. Kasus ini memicu diskusi luas mengenai kebebasan berekspresi, keselamatan publik, dan risiko yang dihadapi para kreator konten yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah.
Siapa DJ Donny — Dari Musik hingga Pengaruh Digital
Ramond Donny Adam lahir di Ujung Pandang (sekarang Makassar), Sulawesi Selatan pada 18 Mei 1984, namun besar dan aktif bermasyarakat di Aceh sejak usia muda. Ia dikenal sebagai seorang DJ profesional, konten kreator, sekaligus influencer dengan basis pengikut yang aktif di platform seperti Instagram dan TikTok.
Pekerjaan DJ Donny dimulai ketika ia merantau ke Jakarta pada tahun 2005 dan bergabung di sejumlah klub malam ternama seperti Second Floor Bar & Lounge, Tipsy Bar & Lounge, Venue Bar & Lounge, Nu’China Bar, dan X2 Club Jakarta. Selain berkecimpung di dunia hiburan malam, Donny juga aktif di bidang bisnis sebagai Managing Director PT Gina Karya Lestari, pendiri Twelvetone Records, serta pemilik Jakarta Recordings dan direktur eksekutif di berbagai entitas usaha.
Tak hanya itu, DJ Donny juga pernah mencoba peruntungan di dunia politik. Ia disebut pernah terlibat dalam pencalonan sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019 untuk daerah pemilihan Aceh I melalui PDI Perjuangan, meskipun tidak berhasil lolos. Aktivitas ini menunjukkan keterlibatannya yang lebih luas di ranah sosial dan kebijakan publik.
Kariernya kemudian berkembang ke ranah digital. Dengan jumlah pengikut yang terus meningkat, DJ Donny menggunakan platform online untuk menyuarakan pandangan dan kritik sosialnya, termasuk isu seputar bencana alam dan tanggapan pemerintah terhadapnya. Konten-konten ini mendapatkan berbagai reaksi dari publik — dukungan dari pendukung kebebasan berekspresi dan kritik tajam dari mereka yang tidak setuju dengan pandangannya.
Rangkaian Teror yang Menimpa DJ Donny
Pada akhir Desember 2025, DJ Donny mengalami serangkaian kejadian teror yang serius dan mengancam keselamatan keluarga dan lingkungannya. Dua insiden besar bahkan terjadi dalam tempo beberapa hari.
1. Bangkai Ayam dan Pesan Ancaman
Insiden pertama terjadi pada malam Senin, 29 Desember 2025. Istri DJ Donny menerima sebuah paket tanpa identitas yang berisi bangkai ayam tanpa kepala. Di dalam paket itu juga terdapat selembar kertas berisi pesan ancaman yang ditujukan kepada Donny, yang dipahami banyak pihak sebagai ancaman bagi keselamatannya jika ia terus bersuara di media sosial.
Pesan ancaman tersebut berbunyi agar Donny berhati-hati dalam mengkritik pemerintah, serta ancaman bahwa dirinya akan “bernasib seperti ayam ini” jika lanjut bersuara. Insiden ini sontak menjadi viral setelah unggahan foto paket tersebut dibagikan di media sosial, memicu gelombang reaksi dari warganet.
2. Pelemparan Bom Molotov ke Rumahnya
Teror tidak berhenti hanya pada kiriman menyeramkan tersebut. Pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025 sekitar pukul 03.00 WIB, rumah DJ Donny kembali menjadi sasaran serangan. Dua orang tak dikenal terekam kamera CCTV sedang melempar bom molotov ke halaman rumahnya.
Untungnya, bola api dari bom molotov tersebut langsung padam dan tidak menyebar ke seluruh bangunan atau menimbulkan kebakaran besar. Meski demikian, situasi ini semakin memperlihatkan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar isyarat tetapi telah berubah menjadi tindakan kriminal yang mengancam jiwa dan keamanan orang di sekitar lokasi kejadian.
DJ Donny sendiri mengaku khawatir jika bom tersebut menyentuh area yang lebih mudah terbakar atau mengenai rumah tetangga. Kekhawatiran akan keselamatan orang lain menjadi alasan kuat bagi Donny untuk segera mengambil langkah hukum.
Laporan Resmi ke Polda Metro Jaya dan Proses Hukum
Setelah kedua insiden itu, DJ Donny segera melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan resmi dibuat dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT, dilengkapi dengan bukti rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku pelemparan bom molotov serta dokumentasi kiriman paket berisi bangkai ayam dan ancaman.
Pejabat kepolisian Metro Jaya membenarkan penerimaan laporan tersebut dan menyatakan bahwa kasus itu akan segera diselidiki serta saksi-saksi akan dimintai keterangan. Kombes Pol. Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa proses penyelidikan tengah dilakukan meskipun belum dapat dipastikan kapan tahap pemeriksaan saksi akan berlangsung.
DJ Donny sendiri berulang kali menegaskan bahwa tindakan teror yang dialaminya merupakan bentuk ancaman serius terhadap keselamatan personal, serta bukan hanya menyangkut dirinya tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar rumahnya. Ia berharap aparat hukum dapat mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut secara adil dan tuntas.
Respons Publik dan Diskusi tentang Kebebasan Berekspresi
Kasus yang menimpa DJ Donny memicu respons begitu luas dari masyarakat, organisasi hak asasi, dan komunitas kreator konten. Banyak yang menilai bahwa kejadian ini mencerminkan tantangan serius terhadap kebebasan berpendapat di ruang publik, terutama ketika suara kritis diarahkan kepada kebijakan pemerintah atau penanganan isu publik.
Aktivis dan pegiat HAM menyatakan bahwa tindakan intimidasi berupa ancaman fisik dan psikologis seperti ini dapat menciptakan atmosfer yang menakutkan bagi mereka yang ingin menyampaikan kritik secara terbuka. Mereka menyerukan agar negara dan aparat keamanan tidak membiarkan kasus-kasus seperti ini dibiarkan tanpa hukuman, sehingga tidak tercipta asumsi bahwa pembungkaman pendapat akan diterima.
Tak hanya DJ Donny, beberapa influencer dan aktivis lainnya juga melaporkan insiden serupa — seperti ancaman dari pesan anonim, vandalisme, hingga ancaman terhadap kendaraan mereka — terutama setelah menyinggung isu penanganan bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra. Kasus-kasus ini dikumpulkan sebagai bagian dari daftar intimidasi yang dinilai semakin meningkat secara sistematis pada akhir 2025.
Ancaman, Media Sosial dan Risiko Kreator Konten
Kasus ini menjadi ilustrasi penting tentang bagaimana keterlibatan kreator konten di media sosial dapat menghadirkan manfaat sekaligus risiko. DJ Donny sendiri sering memanfaatkan platform seperti Instagram dan TikTok untuk menyuarakan hal-hal yang menurutnya penting dibahas publik, termasuk kritik terhadap penanganan bencana di Sumatra.
Namun keterbukaan berpendapat ini ternyata berpotensi menimbulkan serangan balik dari pihak yang tidak sepakat — sampai pada tingkat intimidasi fisik seperti yang dialami DJ Donny. Situasi ini mencerminkan persoalan serius tentang batas kebebasan berpendapat, tanggung jawab sosial, dan keamanan publik di era digital.
Kesimpulan
Kasus teror terhadap DJ Donny mencuat sebagai peristiwa yang kompleks dan penting dalam lanskap kebebasan berekspresi di Indonesia. Kiriman bangkai ayam misterius dengan ancaman, dan pelemparan bom molotov ke rumahnya, menandai titik di mana suara kritis di media sosial dapat berujung pada aksi kriminalistik yang tidak hanya menakutkan tetapi juga sangat berbahaya.
Langkah hukum yang kini sedang berjalan menunjukkan bahwa DJ Donny tidak hanya mencari keadilan pribadi, tetapi juga memperjuangkan ruang aman bagi setiap orang untuk berbicara tanpa takut terhadap kekerasan. Sementara proses penyelidikan masih berlangsung, kasus ini akan terus menjadi sorotan tajam dalam diskusi nasional tentang hak asasi, kebebasan berpendapat, dan keselamatan publik di era media sosial.

