Olahraga

Komdis PSSI Jateng Hukum Kiper PSIR Rembang Seumur Hidup Usai Tendangan Kungfu di Liga 4

Semarang, 22 Januari 2026 – Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah menjatuhkan hukuman paling berat kepada kiper PSIR Rembang, Raihan Ably Valent Ramdan Alfariq, setelah ia melakukan tendangan keras bergaya kungfu yang mengenai dada pemain Persikaba Blora dalam pertandingan Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026. Sanksi itu berupa larangan beraktivitas dan berpartisipasi dalam sepak bola di bawah naungan PSSI seumur hidup, serta denda administratif.

Insiden terjadi pada Rabu (21/1/2026) sore saat pertandingan antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora di Stadion Krida Rembang. Raihan gagal mengamankan bola dan justru mengayunkan kakinya terlalu tinggi, sehingga kaki sang kiper menghantam dada lawan, Rizal Dimas Agesta, yang langsung terjatuh dan sempat terkapar di lapangan. Momen itu kemudian menjadi viral di media sosial dan memicu kecaman dari pecinta sepak bola nasional.


Putusan Komdis dan Pertimbangan Sanksi

Komdis PSSI Jateng menggelar sidang disiplin pada Rabu malam, menindaklanjuti rekaman video insiden yang tersebar luas. Dalam sidang tersebut, lembaga ini menyatakan bahwa tindakan Raihan termasuk dalam kategori violent conduct atau perilaku kekerasan yang membahayakan keselamatan pemain. Komdis menilai insiden itu sengaja dilakukan karena pengangkatan kaki yang terlalu tinggi melebihi batas normal saat berebut bola.

Surat Putusan No. 52/KD.L4/PSSI.JTG/I/2026 menjadi dasar hukum sanksi tersebut. Komdis merujuk beberapa pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025, termasuk Pasal 48, Pasal 49, Pasal 10, dan Pasal 19 yang mengatur tentang pelanggaran berat dan tindakan kekerasan di lapangan. Selain larangan seumur hidup, Raihan juga dijatuhi denda sebesar Rp 5 juta karena melanggar aturan disiplin.

Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, menegaskan bahwa keputusan itu diambil demi keselamatan pemain dan tegaknya prinsip fair play di semua level kompetisi. Ia menambahkan bahwa sanksi berat ini juga untuk memberikan efek jera agar tindakan kekerasan serupa tidak terulang di kemudian hari.


Reaksi Tim dan Rencana Banding

Manajemen PSIR Rembang merespon putusan tersebut dengan menyatakan akan mempertimbangkan kemungkinan mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan kepada Raihan, mengingat usia sang kiper yang masih muda dan potensi kariernya yang kini terancam. Manajer klub menyampaikan bahwa mereka akan meninjau semua aspek hukum serta menjadwalkan langkah lanjut bersama tim hukum klub.

Sementara itu, Raihan sendiri telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui unggahan video di akun media sosial resmi klub. Ia mengklaim bahwa insiden tersebut bukanlah tindakan yang disengaja untuk mencederai lawan, melainkan gerakan refleks saat mencoba mengantisipasi bola. Raihan meminta maaf kepada pemain Persikaba, manajemen klub, dan publik sepak bola atas insiden yang terjadi.


Pemain Persikaba Blora dan Respons Pertandingan

Selama pertandingan rampung tanpa gol, insiden tendangan kungfu itu mencuri perhatian publik dan menjadi pembicaraan utama setelah laga. Pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta, harus mendapatkan perawatan medis di lapangan setelah benturan keras tersebut. Video kejadian kemudian diunggah oleh akun resmi klub Persikaba, memperlihatkan detik-detik insiden yang memicu respons luas dari komunitas sepak bola Indonesia.


Kontroversi Wasit dan Evaluasi Pertandingan

Kecaman terhadap keputusan wasit yang memimpin pertandingan juga mencuat karena dalam momen tersebut wasit tidak memberikan kartu atau sanksi selama pertandingan berlangsung. Komdis kemudian melibatkan Komite Wasit (Komwas) dalam proses evaluasi, menilai bahwa perangkat pertandingan juga harus mendapat pembinaan ulang agar mampu menegakkan aturan secara tegas di laga-laga mendatang.

Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Komdis dan menekankan bahwa keselamatan pemain serta sportivitas menjadi prioritas utama dalam kompetisi resmi. Ia menegaskan bahwa tidak ada kompromi terhadap tindakan yang membahayakan di lapangan sepak bola.


Dampak Keputusan bagi Dunia Sepak Bola

Putusan larangan seumur hidup terhadap Raihan menjadi salah satu hukuman terberat dalam sejarah kompetisi Liga 4 Jawa Tengah. Keputusan ini menjadi momentum bagi pihak otoritas sepak bola untuk menegakkan disiplin dan menjaga standar keselamatan di semua level kompetisi. Banyak pihak melihat tindakan tegas ini sebagai bentuk komitmen untuk mencegah kekerasan di sepak bola Indonesia, terutama dalam kompetisi amatir hingga semi-profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *