Tim K9 Dikerahkan Hari Keempat Cari Korban Longsor Cisarua: Medan Berat, Harapan Belum Padam
Tim SAR gabungan terus bekerja keras pada hari keempat operasi pencarian korban tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Karena medan yang sangat sulit ditembus dengan alat berat, pihak berwenang menerjunkan unit anjing pelacak K9 untuk mempercepat upaya evakuasi dan menemukenali posisi korban yang kemungkinan masih tertimbun tanah dan reruntuhan.
Bencana longsor itu terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, setelah hujan deras turun berkepanjangan, yang memicu tanah bergerak dan menimbun rumah serta lahan sekitar, menyebabkan puluhan orang hilang dan tewas.
Anjing K9 Bekerja di Medan Berat
Tim K9 yang tergabung dalam Direktorat Samapta Polda Jawa Barat mulai masuk ke lokasi longsor pada Selasa (27/1/2026). Anjing pelacak ini bergerak perlahan menyusuri gundukan tanah, puing bangunan, dan material longsoran yang licin serta tidak stabil. Setiap jejak dan bau di permukaan tanah dianalisis untuk menandai kemungkinan keberadaan orang yang masih hidup atau sudah meninggal di bawah permukaan.
Para pawang profesional mendampingi setiap langkah anjing pelacak sambil berkoordinasi dengan tim SAR lainnya. Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menegaskan bahwa kehadiran K9 menunjukkan komitmen kuat Polri dalam membantu serta memperluas jangkauan pencarian di area yang sulit dijangkau mesin atau manusia saja. “K9 sangat membantu mendeteksi bau korban yang tertimbun, khususnya di lokasi yang tidak bisa dilihat langsung,” ujar Hendra.
Hendra juga memastikan bahwa prioritas utama tim adalah keselamatan personel di tengah kondisi tanah yang labil dan risiko longsor susulan. Para petugas bekerja dengan hati-hati pada setiap titik pencarian sambil memperhatikan kondisi cuaca dan potensi bahaya di area longsor.
Koordinasi SAR Gabungan Semakin Intensif
Pencarian ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Basarnas (Badan SAR Nasional), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI, Polri, pemerintah daerah setempat, dan relawan. Operasi berjalan sepanjang hari dengan pembagian sektor pencarian agar upaya menemukan korban lebih terarah.
Menurut data terbaru dari tim SAR, pada tahap pencarian sebelumnya, tim telah menemukan puluhan korban yang sudah dievakuasi. Setidaknya 38 jenazah telah ditemukan dan diserahkan kepada tim identifikasi korban bencana (DVI) yang bekerja mengidentifikasi setiap korban secara forensik dan mengembalikan mereka kepada keluarga.
Selain itu, pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat bencana, yang memungkinkan pelibatan sumber daya lebih besar dan koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat respons terhadap musibah ini.
Situasi Korban dan Angka yang Meningkat
Sejak longsor terjadi pada 24 Januari 2026, jumlah korban yang ditemukan terus bertambah. Media internasional melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat longsor di Cisarua sudah mencapai puluhan orang, termasuk anggota militer yang tengah berlatih di lokasi saat longsor terjadi.
Perkiraan terbaru dari tim pencarian menyebutkan bahwa masih ada puluhan orang yang dilaporkan hilang atau belum ditemukan, sehingga operasi pencarian diperkirakan masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, tergantung kondisi medan dan cuaca. Tim SAR secara bertahap memperluas area pencarian untuk menjangkau titik-titik baru yang diduga kuat masih menyimpan korban.
Peran Penting Anjing Pelacak K9 di Lapangan
Anjing pelacak K9 memiliki kemampuan indera penciuman yang jauh lebih tajam dibanding manusia, membuat mereka sangat berguna di lokasi bencana alam seperti longsor ini. Peralatan berat sering kali tidak efektif di area yang terlalu curam atau tidak stabil, sehingga anjing K9 menjadi salah satu alat terbaik untuk cepat mendeteksi lokasi yang mungkin diselimuti tanah dalam kedalaman tertentu.
Keberhasilan kerja tim K9 dalam masa sebelumnya di berbagai operasi pencarian serupa juga menunjukkan bahwa pendekatan ini bukan hanya meningkatkan efisiensi pencarian, tetapi juga membantu menentukan langkah strategis tim SAR untuk fokus di titik-titik paling menjanjikan.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Walau medan yang keras dan kondisi cuaca yang tidak menentu memperlambat laju pencarian, semua pihak tetap menunjukkan tekad kuat. Warga terdampak dan keluarga korban terus berharap agar tim SAR berhasil menemukan orang-orang yang masih hilang. Berbagai sumber daya, termasuk K9, alat berat, dan teknologi pencarian modern seperti drone, terus dikerahkan demi tujuan itu.
Hingga berita ini ditulis, pencarian masih berlangsung. Otoritas memastikan publik akan menerima informasi resmi terbaru seiring dengan perkembangan di lapangan, sambil terus mengutamakan keselamatan para petugas dan warga.

