BeritaPengetahuan UmumViral

Longsor Cisarua Bandung Barat: Tim DVI Identifikasi 44 Jenazah, Pencarian Belum Usai

Cisarua, Bandung Barat — Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat masih menyisakan duka yang mendalam. Hingga kini, proses pencarian korban terus dijalankan oleh tim SAR gabungan, sementara Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi 44 jenazah korban yang telah ditemukan. Data ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya penanganan bencana, tetapi masih ada keluarga yang menunggu kabar orang terkasihnya.

Korban Teridentifikasi dan Proses DVI

Tim DVI Polda Jawa Barat bekerja nonstop untuk memastikan setiap korban yang ditemukan dapat diidentifikasi dengan akurat. Dengan menggunakan metode forensik post-mortem dan ante-mortem, tim telah mengonfirmasi 44 jenazah korban longsor yang telah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Upaya ini melibatkan analis data, pemeriksaan medis forensik, dan koordinasi dengan keluarga untuk memperoleh sampel data yang diperlukan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, proses identifikasi dijalankan secara bertahap dan teliti, serta terus berlanjut seiring dengan berlangsungnya evakuasi korban di lapangan. Ia menekankan pentingnya keakuratan identifikasi untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.

Evakuasi yang Berjalan Nonstop

Perjuangan tim pencarian belum berhenti. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih intens menyisir lokasi bencana, terutama area yang sulit dijangkau. Evakuasi dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pencarian manual, penggunaan alat berat, hingga penyisiran dengan unit anjing pelacak (K9) untuk mempercepat proses menemukan korban yang masih tertimbun material longsoran.

Menurut data terbaru, total lebih dari 70 kantong jenazah telah dievakuasi dari lokasi longsor, sementara masih diperkirakan ada korban yang belum ditemukan. Selain itu, laporan menyebut bahwa area pencarian diperluas ke beberapa sektor prioritas untuk memastikan setiap titik yang dicurigai sebagai lokasi tertimbunnya korban diperiksa dengan teliti.

Keluarga dan Warga Menanti di Tengah Duka

Di Desa Pasirlangu dan sekitarnya, suasana masih dipenuhi duka dan kecemasan. Banyak keluarga yang telah kehilangan anggota keluarga mereka menunggu proses identifikasi selesai, sembari berharap kabar baik. Prosesi pemakaman juga berlangsung secara bertahap dengan penghormatan sesuai adat setempat untuk korban yang telah teridentifikasi.

Warga setempat dan relawan berusaha saling menguatkan satu sama lain. Beberapa keluarga terus mendatangi posko SAR untuk memperoleh update terbaru mengenai proses identifikasi dan pencarian korban. Duka kehilangan rumah, harta benda, dan orang terdekat membuat suasana semakin haru, tetapi solidaritas dan dukungan masyarakat tetap menjadi kekuatan utama di tengah tantangan ini.

Angka Korban dan Data yang Dinamis

Jumlah korban yang dievakuasi dan diidentifikasi terus berubah seiring dengan perkembangan di lapangan. Awalnya, pemerintah dan tim SAR melaporkan puluhan korban yang berhasil ditemukan dalam beberapa hari pertama pascabangunan terjadi. Namun, jumlah tersebut terus bertambah hingga puluhan jenazah yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.

Operasi SAR skala besar ini menunjukkan data yang dinamis dan berubah mengikuti temuan di lapangan. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa data korban juga mengalami perkembangan karena evaluasi terus dilakukan oleh tim pencarian, termasuk oleh Search Management Cell (SMC) dan Incident Commander (IC).

Tantangan Cuaca dan Medan

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR adalah kondisi medan dan cuaca yang tidak bersahabat. Tanah yang masih rapuh, ancaman longsor susulan, serta curah hujan tinggi menjadi hambatan serius selama proses evakuasi. Tim pencarian harus bekerja ekstra hati-hati untuk menjaga keselamatan personel sambil terus mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun di wilayah terdampak.

Permana mengatakan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu determinan penting kelancaran operasi. Meskipun demikian, tim SAR tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian sampai batas waktu yang ditetapkan, sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bahaya tambahan di area longsor.

Perpanjangan Pencarian dan Dukungan Pemerintah

Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Basarnas telah memperpanjang masa pencarian dan pertolongan untuk memberikan kesempatan seoptimal mungkin menemukan korban yang masih hilang. Perpanjangan ini mencerminkan komitmen negara dalam memberikan penanganan terbaik untuk keluarga korban dan masyarakat terdampak.

Selain itu, dukungan logistik, psikologis, dan medis juga terus disalurkan kepada warga di kampung terdampak longsor. Pemerintah daerah telah mengalokasikan dana darurat serta fasilitas kesehatan untuk membantu proses pemulihan serta dukungan terhadap keluarga korban.

Ancaman Longsor Susulan dan Kesiapsiagaan Warga

Para ahli geologi mengingatkan bahwa kawasan Gunung Burangrang dan sekitarnya masih rentan terhadap ancaman longsor susulan, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi. Struktur geologi di wilayah tersebut dianggap rapuh, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal longsor, seperti aliran air yang tidak normal atau retakan di tanah.

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Kondisi tanah yang jenuh air setelah hujan intens dapat memicu pergerakan tanah lebih lanjut, sehingga evakuasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.

Harapan untuk Keluarga Korban

Di tengah proses identifikasi dan pencarian yang masih berjalan, keluarga korban terus berharap agar operasional SAR dan DVI dapat menemukan korban yang masih hilang. Setiap jenazah yang berhasil ditemukan dan diidentifikasi membawa ketenangan tersendiri bagi keluarga yang menunggu, meskipun duka tetap menyelimuti.

Komitmen penuh dari tim SAR gabungan, polisi, tenaga medis, relawan, dan pemerintah daerah memperlihatkan kerja kolaboratif dalam menghadapi tragedi ini. Mereka terus berupaya memberikan dukungan penuh kepada masyarakat Cisarua yang terdampak bencana longsor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *