BeritaberitaPolitik

Prabowo Panggil Eks Menlu Retno Marsudi dan Marty Natalegawa ke Istana

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto secara resmi memanggil dua mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi dan Marty Natalegawa, ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk menghadiri pertemuan penting yang digelar oleh pemerintah pusat pada Rabu (4 Februari 2026) sore.

Pemanggilan kedua tokoh diplomasi senior ini dilakukan menjelang pembahasan sejumlah isu strategis di kancah global, termasuk dinamika hubungan internasional, tantangan geopolitik kawasan, serta posisi Indonesia dalam beberapa forum dunia.

Diskusi soal Strategi Kebijakan Luar Negeri

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana, Presiden Prabowo disebut mendiskusikan strategi kebijakan luar negeri Indonesia ke depan bersama Retno Marsudi dan Marty Natalegawa. Fokus utama pertemuan meliputi:

  • Upaya diplomasi aktif Indonesia di level internasional
  • Peran strategis Indonesia dalam isu regional dan global
  • Tantangan geopolitik yang berdampak pada kepentingan nasional

Kendati pemerintah belum mengumumkan detail lengkap agenda ini, kehadiran dua mantan Menlu tersebut dipandang sebagai bagian dari koordinasi kebijakan luar negeri yang lebih luas untuk 2026 dan seterusnya.

Retno & Marty: Pengalaman Diplomasi untuk Tantangan Global

Retno Marsudi dan Marty Natalegawa dikenal sebagai dua figur kunci dalam sejarah diplomasi Indonesia:

  • Retno Marsudi pernah memimpin diplomasi Indonesia dalam berbagai negosiasi internasional penting dan menjadi salah satu wanita berpengaruh di forum global.
  • Marty Natalegawa dikenal karena perannya dalam memperkuat posisi Indonesia di ASEAN dan dunia internasional.

Kedua mantan menlu ini diundang guna memberikan perspektif pengalaman diplomasi yang luas di tengah dinamika hubungan global.

Reaksi Publik & Para Pengamat

Sejumlah analis politik dan hubungan internasional menilai panggilan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah ketidakpastian global. Mereka menilai pengalaman Retno Marsudi dan Marty Natalegawa dapat memberi nilai strategis pada perumusan kebijakan yang akan datang.

“Saya melihat ini sebagai langkah koordinatif yang penting, terutama dalam menghadapi isu keamanan, perdagangan, dan diplomasi multilateral,” ujar seorang pakar hubungan internasional yang dihubungi wartawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *