berita

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Ajukan Pensiun Dini, Mundur dari Jabatan

Jakarta — Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Daryono resmi mengundurkan diri dari jabatannya di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah mengajukan pensiun dini. Keputusan tersebut telah disetujui, dan pengunduran diri akan efektif berlaku mulai 1 Maret 2026.

Langkah ini diambil Daryono berdasarkan keinginan pribadi, tanpa tekanan dari lembaga. Surat permohonan pensiun dini diajukan ke BMKG, kemudian diproses sesuai aturan organisasi dan diterima oleh pimpinan. Meski demikian, keputusan itu mengejutkan sejumlah kalangan di tubuh BMKG karena Daryono dikenal sebagai salah satu figur kunci dalam mitigasi gempa dan tsunami di Indonesia.

Sebagai Direktur Mitigasi Gempa dan Tsunami, Daryono memiliki peran sentral dalam penyusunan peta risiko gempa, kajian mitigasi bencana, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa besar. Jejak kerjanya terlihat pada sejumlah program penguatan kapasitas pemerintah setempat dan sosialisasi kesadaran gempa kepada masyarakat.

Dalam pernyataannya kepada media, Daryono menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama ini dan berharap BMKG terus menguatkan perannya dalam mitigasi bencana alam. Ia juga memberi pesan agar para ahli dan tim di unitnya selalu menjaga profesionalisme serta inovasi dalam menghadapi risiko gempa di wilayah Nusantara.

Belum ada informasi resmi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Daryono. BMKG menjanjikan pengumuman pejabat baru akan disampaikan dalam waktu dekat setelah proses administratif selesai. Sementara itu, sejumlah pejabat senior di bidang geofisika dan mitigasi disebut dipertimbangkan karena pengalaman teknis dan pemahaman bencana di Indonesia.

Kementerian terkait dan pemerintah daerah yang bekerja sama dengan BMKG menyampaikan dukungan atas keputusan Daryono. Mereka mengapresiasi kontribusinya selama bertugas, terutama dalam mendorong program mitigasi gempa yang semakin sistematis, kolaboratif, dan berbasis data.

Keputusan pensiun dini ini juga membuat sejumlah mitra BMKG berharap agar transisi kepemimpinan berjalan mulus agar tidak mengganggu program mitigasi yang sedang berjalan, khususnya menjelang musim cuaca ekstrem dan potensi gempa yang meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *