Olahraga

Pep Guardiola dengan Lucu Jelaskan Alasan Unik Mencintai Piala FA Menjelang Laga Lawan Salford City

Manchester, Inggris — Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali mencuri perhatian publik sepak bola menjelang pertandingan Piala FA putaran empat musim 2025/2026 melawan Salford City. Selain fokus pada persiapan taktis, Guardiola berbicara kepada media dengan cara yang santai namun penuh makna tentang mengapa ia begitu menyukai kompetisi piala tertua di dunia itu — Football Association Challenge Cup, atau yang lebih dikenal sebagai Piala FA.

Komentar Guardiola itu menjadi sorotan karena ia tak hanya membahas strategi pertandingan, tetapi juga membagikan pengalaman pribadi yang menunjukkan bagaimana kompetisi ini berarti lebih dari sekadar gelar bagi seorang pelatih yang sudah berpengalaman dan dihormati.


Piala FA: Lebih dari Sekadar Kompetisi

Piala FA merupakan salah satu kompetisi tertua dan paling bergengsi dalam sepak bola Inggris, dikenal luas karena cerita kejutan yang kerap terjadi, di mana tim dari divisi lebih rendah bisa menyingkirkan klub besar. Kompetisi ini menjadi bagian penting dari budaya olahraga di Inggris, dan bagi Guardiola, itu membawa kenangan tersendiri.

Menjelang pertandingan melawan Salford City, yang berasal dari League Two (divisi keempat sepak bola Inggris), Guardiola mengatakan bahwa ia mencintai atmosfer khas yang tercipta di pertandingan piala ini, terutama ketika tim kelas bawah menyambut lawan besar.

Ia secara khusus menyebut tentang chant atau nyanyian khas suporter lokal yang bergema di stadion kecil ketika tim mereka menjamu tim besar seperti Man City. “Salah satu kenangan yang paling saya nikmati dari negara ini adalah ketika kami bermain FA Cup tandang melawan klub League One atau League Two,” kata Guardiola dalam konferensi pers pra-pertandingan.


“Who Are Ya?! Who Are Ya?!”

Salah satu momen paling membekas dalam ingatan Guardiola adalah yel pendukung klub divisi bawah yang bernyanyi “Who are ya?! Who are ya?!” saat menyambut tim besar datang ke stadion mereka. Chant ini mencerminkan semangat lokal dan tradisi sepak bola Inggris yang unik — di mana klub kecil tetap penuh gairah dan keyakinan menghadapi lawan yang jauh lebih besar secara prestise maupun sumber daya.

Pengalaman itu tidak hanya lucu bagi Guardiola, tetapi juga membuatnya menyadari bahwa Piala FA memiliki unsur emosional tersendiri — bukan sekadar soal kemenangan atau trofi, tetapi tentang hubungan antara klub dan penggemar yang tak terukur oleh ukuran stadion atau jumlah penonton.


Latar Belakang Laga vs Salford City

Laga putaran keempat ini menjadi momen penting bagi Manchester City karena merupakan pertemuan kedua kalinya klub Premier League besar ini menghadapi Salford City dalam kompetisi serupa musim lalu. Dalam pertemuan musim sebelumnya, Man City menang telak dengan skor 8-0 di putaran ketiga.

Namun Guardiola sendiri mengingatkan bahwa tidak ada yang boleh dianggap remeh dalam Piala FA. Olehnya itu, meskipun secara kualitas pemain jauh berbeda, ia menekankan bahwa Salford City layak dihormati dan pertandingan harus disikapi dengan serius.


Pengalaman Pribadi Guardiola dengan Piala FA

Bagi Guardiola, Piala FA bukan hanya kompetisi domestik. Ia mengaku menyukai turnamen ini sejak masa mudanya. Bukan sekadar alasan profesional, namun karena rasa pencinta sepak bola yang tumbuh lewat pengalaman menyaksikan atau terlibat dalam kompetisi ini yang penuh kejutan.

“Saya mencintai Piala FA. Ini adalah bagian dari hidup saya sejak saya masih kecil. Saya memang lebih suka bermain di kandang, tetapi pertandingan tandang di FA Cup juga luar biasa,” ungkap Guardiola, mencerminkan rasa hormatnya terhadap tradisi sepak bola Inggris.

Hal ini memperlihatkan bahwa seorang pelatih yang telah memenangkan banyak gelar bergengsi, baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa, masih mampu menghargai esas dan tradisi lokal yang begitu kuat dalam sepak bola Inggris — sesuatu yang tidak selalu dimiliki di semua negara.


Kompetisi Piala FA dan Peran Budaya Sepak Bola Inggris

Kontribusi Piala FA terhadap sejarah sepak bola Inggris sangat besar. Kompetisi ini sering kali menjadi tempat klub kecil mendapatkan sorotan besar, dan di sinilah tradisi sepak bola akar rumput Inggris benar-benar terasa.

Suporter klub divisi bawah yang menyambut tim besar dengan semangat tak kenal lelah menjadi momen yang sangat dicintai oleh penggemar sepak bola di seluruh dunia. Atmosfer tersebut menciptakan magnet emosional yang membuat Piala FA tetap istimewa, bahkan di era modern yang sangat dipengaruhi oleh uang dan komersialisasi.

Guardiola menyebut bahwa Piala FA menunjukkan “kombinasi antara hal-hal baru dan penghargaan terhadap tradisi yang lama” — sesuatu yang membuatnya sangat menghormati sepak bola Inggris secara keseluruhan.


Pendekatan Taktis Guardiola Menuju Laga

Selain aspek budaya dan emosional, Guardiola juga terkenal dengan pendekatan taktisnya yang detail dalam segala pertandingan. Menghadapi Salford City, ia mengingatkan skuadnya untuk tetap fokus dan tidak menganggap remeh lawan, meskipun secara statistik Man City sering dominan.

Pelatih asal Spanyol ini mengapresiasi ritme kompetisi musim ini, termasuk jadwal padat yang membuat setiap pertandingan, terutama di cup, memiliki level keseriusan yang tinggi. Pendekatan ini tercermin lewat pernyataan resmi di situs Man City, di mana ia menyatakan bahwa segala pertandingan harus dihormati dan dipersiapkan dengan cermat karena tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola — terutama kompetisi yang penuh kejutan seperti Piala FA.


Reaksi Fans dan Media

Komentar Guardiola tersebut mengundang reaksi hangat dari kalangan fans sepak bola. Banyak suporter mengapresiasi keterusterangan dan humor Guardiola dalam menjelaskan cintanya terhadap Piala FA. Hal ini menunjukkan bahwa di samping strategi dan taktik, hubungan emosional dengan kompetisi tetap penting mengingat warisan panjang Piala FA dalam dunia sepak bola.

Media olahraga Inggris dan internasional juga menyoroti pernyataannya, karena hal ini tidak hanya memunculkan sisi manusia dari pelatih berpengalaman tetapi juga menegaskan relevansi Piala FA di tengah kalender sepak bola yang sibuk dengan liga domestik dan kompetisi Eropa.


Manchester City dan Target Gelar

Meski fokus utama di Piala FA adalah momen emosional dan tradisi, tidak bisa dipungkiri bahwa Manchester City di bawah Guardiola tetap memburu trofi. Klub ini memiliki beberapa ambisi kompetitif di musim ini — dari Liga Primer hingga piala domestik dan Eropa.

Masih banyak jalan menuju gelar lain, dan Piala FA bisa menjadi salah satu dari sekian target yang ingin dicapai oleh Guardiola dan timnya sebelum musim berakhir. Dengan kombinasi kedalaman skuad dan pengalaman kompetitif, Man City tetap menjadi salah satu kandidat kuat di setiap kompetisi yang diikuti.


Kesimpulan

Komentar Pep Guardiola menjelang pertandingan Piala FA melawan Salford City mencerminkan sisi sentimen dan emosional yang jarang terdengar dari pelatih kelas dunia. Ia tidak hanya berbicara tentang taktik dan persiapan, tetapi juga tentang mengapa kompetisi itu berarti bagi dirinya secara pribadi, yang berkaitan dengan pengalaman hidupnya mengagumi sepak bola sejak kecil.

Hal ini menunjukkan bahwa Piala FA bukan sekadar kompetisi sepak bola biasa, tetapi sebuah tradisi yang memiliki kedalaman sejarah, budaya, dan hubungan emosional yang terus dihargai oleh pelatih, pemain, dan suporter di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *