GeopolitikPolitik

Hampir Meledak! Jet Tempur AS dan China Saling Berhadapan Dekat Korea Selatan

Semenanjung Korea — Dunia menyaksikan momen tegang ketika jet tempur Amerika Serikat dan China hampir bersinggungan di langit dekat Korea Selatan pekan ini, sebuah kejadian yang memperlihatkan rivalitas strategis yang semakin intens di kawasan Asia Timur.

Insiden itu terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, saat sekitar **10 pesawat tempur F-16 milik US Forces Korea (USFK) lepas landas dari Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, sekitar 60 kilometer selatan Seoul, menuju wilayah udara di atas Laut Kuning.

Ketegangan di Langit

Jet-jet AS melakukan patroli dan latihan di atas perairan internasional yang berada antara Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Korea Selatan dan China — sebuah wilayah sensitif secara militer.

Saat pesawat-pesawat AS mendekati area yang berdekatan dengan ADIZ China, militer Beijing mengaktifkan jet tempurnya sendiri untuk menghadapi mereka. Meskipun demikian, tidak ada kontak fisik, pelanggaran wilayah udara, atau tembakan dilepaskan dalam kejadian tersebut.

Para analis menyebut peristiwa ini sebagai “peringatan serius” tentang betapa tipisnya batas antara manuver militer yang disengaja dan potensi eskalasi yang tidak diinginkan.

Signifikansi Strategis Insiden

Insiden ini terjadi di tengah perubahan kebijakan strategis di kawasan:

🔹 Peran USFK

Beberapa pengamat menilai operasi jet tempur AS ini sebagai bagian dari upaya Pentagon memfokuskan kembali USFK bukan hanya pada tekanan terhadap Korea Utara, tetapi juga sebagai penyangga terhadap pengaruh militer China yang kian meningkat di Laut China Timur dan Laut Kuning.

🔹 Sensitivitas ADIZ

ADIZ bukanlah wilayah kedaulatan, tetapi merupakan area respons cepat identifikasi yang menjadi sangat sensitif ketika jet-jet perang saling berdekatan. Penerbangan dekat jalur ini sering kali memicu tanggapan militer cepat untuk menunjukkan kewaspadaan, seperti yang terlihat pada insiden ini.

🔹 Risiko Salah Hitung

Walaupun konfrontasi tetap singkat, para ahli mengatakan bahwa ketegangan udara semacam ini punya potensi eskalasi jika salah satu pihak salah menilai niat atau gerak lawan — terutama di kawasan yang sudah sarat rivalitas global.

Reaksi Pemerintah & Komentar

Baik AS maupun Korea Selatan belum memberikan rincian resmi lengkap terkait motif latihan ini. Pihak militer Korea Selatan menyatakan bahwa USFK telah memberitahukan rencana penerbangan terlebih dahulu, meskipun detail zona operasi tidak sepenuhnya dibagikan.

Sementara itu, media China melalui beberapa outlet militer menggambarkan respons jet-jet mereka sebagai langkah untuk memantau dan menangani situasi secara efektif, tanpa mengindikasikan adanya eskalasi signifikan.

Apa Arti Kejadian Ini bagi Dunia?

Konfrontasi udara ini mencerminkan persaingan strategis yang lebih luas antara AS dan China, terutama dalam konteks pengaruh di Asia Timur. Meski tidak berubah menjadi pertempuran, kejadian ini menggarisbawahi bagaimana rivalitas militer besar bisa muncul bahkan di atas perairan internasional tanpa batas fisik yang jelas.

Ketegangan semacam ini juga memberi sinyal bahwa kawasan seperti Laut Kuning dan Selat Taiwan bisa tetap menjadi fokus utama rivalitas geopolitik yang mempengaruhi stabilitas regional dan global dalam tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *