IHSG Anjlok 5,07% & Tertekan Aksi Jual Investor di Bursa Indonesia
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjun tajam pada perdagangan Senin (2 Februari 2026). Menurut data terakhir, IHSG anjlok sekitar 5,07% dan bergerak mendekati kawasan di bawah 7.900 poin, mencerminkan tekanan kuat di pasar modal domestik.
Penurunan ini muncul karena gelombang aksi jual besar-besaran oleh investor domestik dan asing setelah sentimen pasar global memburuk. Banyak saham unggulan tertekan, memicu dominasi zona merah di sebagian besar sektor indeks.
Faktor Sentimen & Tekanan Pasar
Para analis menyebut beberapa faktor yang memperberat pelemahan IHSG:
- Sentimen global negatif: Tekanan jual juga terlihat pada bursa Asia, memperburuk kondisi pasar domestik.
- Investor asing tarik modal: Kekhawatiran terkait prospek ekonomi dan regulasi memicu arus keluar modal dari pasar saham Indonesia.
- Volatilitas tinggi: Ketidakpastian data ekonomi dan kebijakan memperbesar sikap berhati-hati pelaku pasar.
Kombinasi faktor ini membuat IHSG belum menunjukkan tanda-tanda rebound dalam jangka pendek.
Respons & Implikasi
Anjloknya IHSG ini menjadi perhatian pelaku pasar dan pemerintah karena berdampak pada kepercayaan investor, arus modal masuk/keluar, dan posisi Indonesia di mata lembaga pemeringkat internasional.
Para investor kini memantau data fiskal, langkah kebijakan otoritas pasar, dan respons pemerintah untuk meredam gejolak di pasar modal.
Related Keywords: IHSG turun tajam, bursa saham Indonesia melemah, aksi jual pasar modal, sentimen global pasar, investor asing keluar
