Mobil Listrik Polytron Tunjukkan Taji, Spesifikasinya Mampu Bersaing dengan Merek Jepang dan China
Produsen elektronik nasional Polytron semakin serius memasuki pasar kendaraan listrik Indonesia. Meski baru menawarkan satu model mobil listrik, produk tersebut mampu menarik perhatian publik dan bahkan mencatat penjualan yang kompetitif dibanding sejumlah merek Jepang maupun China di pasar domestik.
Kehadiran mobil listrik Polytron menjadi sinyal bahwa persaingan kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi hanya didominasi pemain lama. Dengan mengusung teknologi modern serta spesifikasi yang cukup mumpuni, Polytron berusaha memikat konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan fitur lengkap dan harga kompetitif.
Mobil listrik Polytron mengandalkan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas sekitar 51,9 kWh. Sistem ini mendukung performa motor listrik berkekuatan 150 kW dengan torsi mencapai 320 Nm. Kombinasi tersebut memungkinkan mobil memberikan akselerasi responsif khas kendaraan listrik sekaligus menjaga efisiensi energi.
Dari sisi performa, kendaraan ini mampu melaju dari posisi diam hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 9,6 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km/jam, angka yang cukup untuk kebutuhan berkendara harian maupun perjalanan jarak jauh di jalan tol.
Selain itu, mobil listrik Polytron menawarkan jarak tempuh hingga sekitar 402 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC. Kapasitas tersebut memberi rasa aman bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa khawatir soal daya jelajah. Dengan jarak tempuh tersebut, mobil ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan hingga perjalanan antarkota jarak menengah.
Tidak hanya mengandalkan performa, Polytron juga memperhatikan aspek kepraktisan. Mobil ini memiliki ruang bagasi luas dengan kapasitas hingga lebih dari 1.100 liter. Fitur Electronic Tail Gate dengan kick sensor turut melengkapi bagian belakang kendaraan, memudahkan pengguna membuka bagasi tanpa harus menggunakan tangan secara langsung.
Masuknya Polytron ke pasar mobil listrik menunjukkan perubahan lanskap industri otomotif nasional. Konsumen Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik, tidak hanya dari produsen global tetapi juga dari merek lokal. Kondisi ini mendorong kompetisi harga, fitur, serta layanan purna jual yang semakin ketat.
Strategi Polytron memanfaatkan teknologi baterai LFP juga menjadi langkah penting. Teknologi ini dikenal memiliki daya tahan tinggi, stabilitas termal baik, dan biaya produksi relatif lebih rendah dibanding jenis baterai lain. Dengan pendekatan tersebut, Polytron berupaya menawarkan kendaraan listrik yang tidak hanya modern, tetapi juga lebih terjangkau dan aman untuk penggunaan jangka panjang.
Keberhasilan penjualan mobil listrik Polytron, meski baru hadir dengan satu model, memperlihatkan adanya peluang besar bagi merek lokal untuk berkembang di segmen kendaraan listrik. Antusiasme konsumen terhadap mobil listrik terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi dan isu lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga terus mendorong adopsi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan insentif dan pengembangan infrastruktur. Dukungan tersebut membuka ruang bagi produsen lokal seperti Polytron untuk memperkuat posisinya di pasar domestik.
Dengan kombinasi spesifikasi yang kompetitif, fitur modern, serta strategi harga yang menarik, mobil listrik Polytron berpotensi memperluas pangsa pasar dalam beberapa tahun ke depan. Jika perusahaan mampu menjaga kualitas produk serta layanan, bukan tidak mungkin merek lokal ini akan menjadi pemain penting dalam industri kendaraan listrik nasional.

