Kriminalitas

IRT di Pringsewu Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Dalami Penyebab dan Temukan Pesan untuk Keluarga

Pringsewu – Warga Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, digegerkan oleh temuan seorang ibu rumah tangga yang meninggal dunia di belakang rumahnya pada Rabu pagi, 18 Februari 2026. Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan memastikan penyebab kematian korban.

Korban diketahui bernama Puri Utami (35), warga Pekon Sukoharjo 3. Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai pedagang gorengan yang berjualan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Peristiwa tragis tersebut mengejutkan keluarga serta warga sekitar karena sebelumnya korban masih beraktivitas seperti biasa.

Menurut keterangan kepolisian setempat, jasad korban ditemukan tergantung di pohon cokelat yang berada di belakang rumah. Temuan itu pertama kali diketahui oleh anggota keluarga yang sedang berada di sekitar rumah pada pagi hari. Setelah melihat kondisi korban, keluarga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan kepolisian.

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan korban meninggal akibat bunuh diri. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang dan motif kejadian.

Petugas yang datang ke lokasi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan olah TKP bersama tenaga medis. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Hal itu menguatkan dugaan sementara bahwa korban meninggal bukan karena tindak kriminal, meskipun penyelidikan tetap berlanjut guna memastikan seluruh fakta.

Dalam proses pemeriksaan, petugas juga menemukan sebuah amplop berisi tulisan tangan yang diduga merupakan pesan terakhir korban. Isi pesan tersebut antara lain berisi permintaan maaf kepada suami serta pesan agar anak-anaknya tetap dijaga dan dibimbing dalam beribadah. Temuan surat tersebut kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan polisi untuk memahami kondisi psikologis korban sebelum meninggal dunia.

Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengaku tidak menyangka peristiwa tersebut terjadi karena korban dikenal ramah dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Lingkungan sekitar pun sempat ramai oleh warga yang berdatangan setelah kabar temuan jasad korban menyebar.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi keluarga maupun tetangga, terutama jika melihat tanda-tanda tekanan mental atau perubahan perilaku yang mencolok. Kepedulian lingkungan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, aparat juga meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Polisi menegaskan bahwa setiap informasi akan disampaikan secara terbuka setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dukungan emosional dari orang terdekat serta komunikasi yang terbuka dinilai menjadi faktor penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari keluarga serta saksi di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi secara lengkap sekaligus memberikan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *