BisnisEkonomi

Indonesia Ekspor Durian Beku ke China Senilai Rp42,5 Miliar, Tembus Pasar Global

Indonesia kembali mencatat capaian positif di sektor ekspor pertanian setelah berhasil mengirim durian beku ke pasar China dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi komoditas hortikultura Indonesia di pasar internasional.

Ekspor tersebut dilakukan melalui pelepasan sebanyak 459 ton durian beku dari Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini melibatkan Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari program peningkatan ekspor nasional.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani hingga pemerintah. Ia menegaskan bahwa pembukaan akses pasar ke China tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan negosiasi dan pemenuhan standar yang ketat.

Akses ekspor langsung ke China baru terbuka setelah kedua negara menandatangani protokol ekspor durian beku pada 25 Mei 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penting bagi Indonesia untuk menembus pasar China tanpa harus melalui negara perantara seperti sebelumnya.

Sebelumnya, ekspor durian Indonesia ke China harus melalui negara lain seperti Vietnam, Thailand, atau Malaysia. Dengan adanya jalur langsung ini, efisiensi distribusi meningkat sekaligus memperbesar peluang nilai tambah bagi pelaku usaha dalam negeri.

Selain nilai ekspor Rp42,5 miliar dari pengiriman terbaru, total ekspor durian beku Indonesia ke China sepanjang 2026 juga menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan April, volume ekspor tercatat mencapai 4.077 ton dengan nilai sekitar Rp377,5 miliar.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan durian Indonesia di pasar China terus berkembang. China sendiri dikenal sebagai salah satu pasar terbesar untuk komoditas durian, dengan tingkat konsumsi yang tinggi setiap tahunnya.

Keberhasilan ekspor ini juga memberikan dampak positif bagi sektor pertanian, khususnya bagi petani durian di Sulawesi Tengah. Sebagian besar produk yang diekspor berasal dari hasil budidaya petani lokal, termasuk dari kawasan transmigrasi yang kini berkembang menjadi sentra produksi.

Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti bahwa sektor pertanian mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Tidak hanya meningkatkan devisa negara, ekspor ini juga membuka peluang lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, keberhasilan menembus pasar China menunjukkan bahwa produk pertanian Indonesia telah memenuhi standar kualitas internasional. Proses karantina dan pengawasan mutu menjadi faktor penting dalam memastikan produk dapat diterima di pasar global.

Meski demikian, tantangan ke depan masih cukup besar. Pemerintah perlu menjaga konsistensi kualitas, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Pengembangan varietas unggul, peningkatan teknologi pascapanen, serta efisiensi distribusi menjadi kunci untuk mempertahankan daya saing. Tanpa langkah strategis tersebut, peluang besar di pasar internasional berpotensi tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Di sisi lain, ekspor durian juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi komoditas ekspor Indonesia. Selama ini, ekspor nasional masih didominasi oleh sektor energi dan pertambangan. Kehadiran komoditas hortikultura seperti durian memberikan alternatif sumber devisa yang lebih berkelanjutan.

Dengan permintaan global yang terus meningkat, durian Indonesia berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan di masa depan. Dukungan kebijakan yang tepat serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha akan menjadi faktor penentu keberhasilan tersebut.

Ke depan, ekspor durian beku ke China diharapkan terus meningkat dan menjadi pintu masuk bagi komoditas pertanian lainnya untuk menembus pasar global. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam perdagangan produk hortikultura dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *