Susi Pudjiastuti Usul Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Pelet dan Pupuk, Ini Alasannya
Alternatif Baru Pengelolaan Ikan Invasif
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan usulan menarik terkait penanganan ikan sapu-sapu yang marak ditangkap di wilayah DKI Jakarta.
Alih-alih dimusnahkan dengan cara dikubur, Susi menyarankan agar ikan tersebut dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna, seperti pakan ternak hingga pupuk pertanian.
Usulan ini muncul di tengah polemik metode pemusnahan yang sebelumnya menuai kritik dari berbagai pihak.
Usulan Diolah Jadi Pelet Pakan
Susi secara tegas menyampaikan bahwa ikan sapu-sapu sebaiknya tidak dibuang sia-sia.
Ia mengusulkan agar ikan tersebut digiling dan dijadikan pelet sebagai pakan ikan atau ternak.
“Dibuat pakan ikan atau pakan ternak saja, digiling dijadikan pelet ikan,” ujar Susi.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya lebih bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Bisa Jadi Pupuk Alami
Selain sebagai pakan, ikan sapu-sapu juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Caranya cukup sederhana, yakni dengan mencincang ikan lalu menguburnya di lahan pertanian atau perkebunan.
Metode ini dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi limbah.
“Pupuk tanaman bisa juga… dicincang dikubur di lahan pertanian,” jelasnya.
Alternatif untuk Peternak
Tidak hanya itu, Susi juga menyebut ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha lain.
Beberapa di antaranya:
- Peternak kepiting
- Peternak buaya
- Pakan alternatif ternak lain
Ikan tersebut bahkan bisa dibekukan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pakan.
Kritik terhadap Metode Penguburan
Usulan ini muncul setelah metode pemusnahan ikan sapu-sapu dengan cara dikubur mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia.
Metode penguburan hidup-hidup dinilai mengandung unsur penyiksaan dan tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan.
Dalam pandangan etika, tindakan tersebut dianggap menimbulkan penderitaan yang tidak perlu.
Pengendalian Tetap Diperlukan
Meski demikian, pengendalian populasi ikan sapu-sapu tetap dianggap penting.
Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak ekosistem perairan.
Populasinya yang tidak terkendali dapat:
- Mengganggu habitat ikan lokal
- Mengurangi ketersediaan pakan alami
- Merusak struktur lingkungan perairan
Karena itu, langkah penangkapan tetap diperlukan, namun metode pengelolaannya menjadi perhatian.
Solusi Ramah Lingkungan
Usulan Susi dinilai sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan mengolah ikan menjadi produk bermanfaat, pemerintah tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi.
Pendekatan ini juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah diubah menjadi sumber daya.
Potensi Nilai Ekonomi
Jika dikelola dengan baik, ikan sapu-sapu berpotensi menjadi komoditas baru.
Beberapa peluang yang bisa dikembangkan antara lain:
- Industri pakan ternak
- Pupuk organik
- Produk olahan berbasis limbah ikan
Hal ini dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Respons Pemerintah dan Evaluasi Kebijakan
Pemerintah DKI Jakarta disebut terbuka terhadap berbagai masukan terkait penanganan ikan sapu-sapu.
Evaluasi terhadap metode pemusnahan menjadi penting agar kebijakan yang diambil tidak hanya efektif, tetapi juga etis.
Koordinasi dengan ahli dan berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan solusi terbaik.
Perspektif Kesejahteraan Hewan
Isu ini juga menyoroti pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan dalam kebijakan publik.
Meski ikan sapu-sapu dianggap merugikan, proses penanganannya tetap perlu memperhatikan prinsip kemanusiaan.
Pendekatan yang lebih bijak dapat menghindari polemik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Kesimpulan
Usulan Susi Pudjiastuti untuk mengolah ikan sapu-sapu menjadi pelet dan pupuk membuka perspektif baru dalam pengelolaan spesies invasif.
Alih-alih dimusnahkan, ikan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna yang mendukung ekonomi dan lingkungan.
Dengan pendekatan yang tepat, masalah lingkungan bisa diubah menjadi peluang yang bermanfaat bagi masyarakat.

