Kesehatan

Kantor BPJS Kesehatan Denpasar Diserang OTK, Polisi Buru Pelaku Pemasang Spanduk Protes

Denpasar – Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Bali, menjadi sasaran penyerangan sekelompok orang tak dikenal pada Sabtu malam. Para pelaku melempari kantor dengan batu serta memasang spanduk bernada protes di area gerbang sebelum melarikan diri. Aparat kepolisian kini masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu para pelaku.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 19.30 WITA di kantor BPJS Kesehatan yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan, Denpasar. Menurut keterangan kepolisian, kelompok tersebut datang secara bergerombol sambil mengenakan masker sehingga identitasnya sulit dikenali. Mereka sempat berteriak di depan kantor sebelum memasang dua spanduk berisi tulisan protes.

Salah satu spanduk bertuliskan “Wali Kota Pembohong”, sementara spanduk lainnya memuat pesan “Save APBD BPJS untuk Rakyat Miskin”. Setelah memasang spanduk di beberapa titik gerbang, kelompok tersebut langsung melakukan pelemparan batu ke arah bangunan kantor. Tak lama kemudian, mereka meninggalkan lokasi dan membubarkan diri ke arah berbeda.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan laporan awal ditangani oleh Polresta Denpasar yang segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti-bukti.

Petugas keamanan kantor menjadi saksi utama dalam peristiwa itu. Saat kejadian, sekuriti yang sedang berjaga mendengar keributan dari luar pos. Ia melihat sekitar 20 orang berhenti di depan gerbang kantor sambil berteriak. Karena jumlahnya cukup banyak, saksi hanya memantau dari dalam pos jaga tanpa berani mendekat.

Setelah kelompok tersebut pergi, saksi lain yang merupakan sopir operasional kantor datang ke lokasi usai menerima informasi melalui grup pesan singkat. Ketika tiba, massa sudah tidak berada di tempat dan hanya petugas keamanan yang tersisa di area kantor.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain dua spanduk protes serta beberapa batu yang diduga digunakan dalam aksi pelemparan. Penyidik juga memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku dan melacak pergerakan mereka sebelum maupun sesudah kejadian.

Pihak BPJS Kesehatan Cabang Denpasar memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerusakan yang terjadi juga tergolong ringan, hanya berupa pecahan kecil pada bagian depan papan kantor akibat lemparan batu. Meski demikian, pihak BPJS tetap melaporkan kejadian tersebut kepada polisi agar proses hukum dapat berjalan.

Perwakilan BPJS menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. Mereka berharap pelaku segera terungkap agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Kepolisian menegaskan akan mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya unsur provokasi atau kepentingan tertentu yang melatarbelakangi pemasangan spanduk bernada kritik tersebut.

Selain itu, aparat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi. Polisi menekankan bahwa penyampaian pendapat harus dilakukan melalui jalur hukum dan prosedur yang berlaku agar tidak merugikan pihak lain maupun fasilitas publik.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, serta menelusuri jejak kendaraan yang diduga digunakan para pelaku. Aparat optimistis identitas pelaku dapat segera diketahui sehingga kasus ini bisa diusut tuntas.

Peristiwa penyerangan terhadap fasilitas pelayanan publik seperti kantor BPJS Kesehatan menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu pelayanan masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan meningkatkan pengamanan di fasilitas vital guna mencegah aksi serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *