Hukum & KriminalHukum dan PeristiwaKebijakan PemerintahKriminalitasPeristiwaPolitikPolitik / HukumPolitik-KeamananViral

Polisi Sita 86 Rekaman CCTV untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Jakarta – Kepolisian terus memperluas penyelidikan dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam upaya mengungkap pelaku, penyidik Polda Metro Jaya telah menyita rekaman kamera pengawas dari 86 titik CCTV yang berada di sepanjang jalur yang diduga dilalui para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Langkah ini dilakukan untuk menelusuri pergerakan para pelaku serta memastikan kronologi lengkap penyerangan yang terjadi di kawasan Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan bahwa puluhan rekaman CCTV tersebut berasal dari berbagai lokasi yang berada di sekitar tempat kejadian maupun jalur yang diduga dilalui pelaku.

“Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik yang diduga dilalui para pelaku penyiraman, baik saat berangkat maupun ketika kembali,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan.


CCTV Berasal dari Berbagai Instansi dan Warga

Puluhan rekaman kamera pengawas tersebut tidak hanya berasal dari satu sumber. Polisi mengumpulkan data dari berbagai instansi pemerintah hingga kamera milik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Rinciannya antara lain:

  • 7 titik CCTV berasal dari sistem tilang elektronik atau ETLE
  • 27 titik CCTV milik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik)
  • 8 titik CCTV milik Dinas Perhubungan
  • 44 titik CCTV milik warga, perkantoran, dan bangunan di sekitar lokasi

Seluruh rekaman tersebut kemudian dikumpulkan oleh penyidik untuk dianalisis lebih lanjut.

Menurut polisi, langkah ini dilakukan untuk menelusuri rute perjalanan pelaku, mulai dari lokasi awal hingga jalur pelarian setelah melakukan penyerangan.


Polisi Temukan Ribuan Potongan Rekaman Video

Dari 86 titik CCTV yang telah diamankan, penyidik mendapatkan 2.610 potongan rekaman video yang kini sedang dianalisis secara digital.

Total durasi rekaman tersebut mencapai sekitar 10.320 menit, sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk meneliti setiap bagian video secara detail.

Proses analisis dilakukan untuk mengidentifikasi wajah pelaku, kendaraan yang digunakan, serta pola pergerakan sebelum dan setelah penyerangan.

“Karena banyaknya rekaman yang harus diperiksa, proses analisis membutuhkan waktu beberapa hari,” kata Iman.


Pelaku Diduga Lebih dari Satu Orang

Berdasarkan hasil analisis awal rekaman CCTV, polisi menduga bahwa penyerangan terhadap Andrie Yunus tidak dilakukan oleh satu orang saja.

Dari rekaman kamera pengawas yang diperiksa, terdapat indikasi bahwa empat orang pelaku terlibat dalam aksi tersebut. Mereka diduga menggunakan dua sepeda motor saat melakukan penyerangan.

Salah satu pelaku diduga bertugas menyiramkan cairan kimia ke arah korban, sementara pelaku lainnya berperan sebagai pengendara dan pengawas situasi di sekitar lokasi.


Korban Disiram Cairan Kimia Berbahaya

Dalam penyelidikan awal, polisi menyebut cairan yang digunakan dalam serangan tersebut diduga merupakan zat kimia asam kuat.

Cairan tersebut disiramkan ke arah wajah dan tubuh korban sehingga menyebabkan luka bakar serius.

Akibat serangan itu, Andrie Yunus mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dan dada.

Beberapa laporan menyebut luka yang dialami korban cukup serius sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.


Serangan Terjadi di Jakarta Pusat

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada 12 Maret 2026 malam di kawasan Jakarta Pusat.

Saat itu Andrie Yunus baru saja selesai mengikuti kegiatan diskusi dan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Ketika hendak pulang dengan sepeda motor, korban diduga diikuti oleh beberapa orang sebelum akhirnya diserang di jalan.

Rekaman CCTV memperlihatkan dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati korban sebelum salah satu dari mereka melemparkan cairan ke arah tubuh korban.

Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.


Polisi Amankan Barang Bukti Lain

Selain mengumpulkan rekaman CCTV, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan penyerangan tersebut.

Salah satunya adalah helm yang diduga milik pelaku yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Barang bukti tersebut kini tengah diperiksa oleh tim forensik untuk mencari kemungkinan sidik jari maupun DNA yang dapat membantu mengidentifikasi pelaku.

Selain itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sisa cairan kimia yang digunakan dalam serangan.


Kasus Mendapat Sorotan Publik

Serangan terhadap Andrie Yunus mendapat perhatian luas dari masyarakat sipil dan organisasi hak asasi manusia.

Banyak pihak menilai bahwa serangan terhadap aktivis HAM merupakan ancaman serius bagi kebebasan sipil dan demokrasi.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil bahkan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan mengungkap siapa pun yang berada di balik serangan tersebut.


Polisi Pastikan Penyelidikan Berlanjut

Kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil ditangkap.

Penyidik kini fokus pada analisis rekaman CCTV serta pemeriksaan saksi untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Jika seluruh bukti telah terkumpul dan identitas pelaku terungkap, polisi memastikan akan segera melakukan penangkapan serta membawa kasus ini ke proses hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *